Olah TKP yang dilakukan polisi dalam kasus dugaan pembunuhan dan pembunuhan siswi MI di Banyuwangi (Foto: Eko Purwanto/mili.id)
Banyuwangi - 17 orang saksi diperiksa polisi untuk mengungkap misteri tewasnya siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Banyuwangi.
Siswi berinisial CN (7), asal Desa Kalibarumanis, Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi itu tewas, diduga menjadi korban pemerkosaan dan pembunuhan.
Baca juga: 49 Adegan Sadis! Detik-detik Badut Mainan Habisi Mertua di Mojokerto Direka Ulang
"Tim gabungan masih bekerja di lapangan. Saat ini kami sudah memeriksa 17 saksi," jelas Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtama Putra, Senin (18/11/2024).
Rama menyebut, keluarga korban dan warga sekitar turut dimintai keterangan, termasuk pihak sekolah. Juga beberapa ahli, di antaranya dari psikologi forensik maupun ahli terapi.
"Untuk menggali yang bagi kami memang ada sesuatu yang perlu digali secara psikologis," terang Rama.
Penggalian secara psikologis juga dilakukan kepada keluarga korban. Karena diketahui bocah perempuan itu tinggal bersama dengan banyak anggota keluarga dalam satu rumah, di antaranya kakek, nenek, ibu, ayah, kakak, dan pamannya.
Rama menyebut bahwa saat ini pihaknya terus berkomunikasi dengan laboratorium forensik (labfor) terkait barang bukti, baik dari hasil olah TKP maupun autopsi.
Baca juga: Fakta Baru, Usai Bercumbu Badut Penjual Mainan di Mojokerto Ngamuk Lihat Chat WA Istri dab PIL
"Ini masih berproses untuk sinkronisasi," ujarnya.
Polisi akan melakukan sinkronisasi atau penyesuaian keterangan saksi-saksi yang sebelumnya telah diperoleh untuk kemudian dikroscek kesesuaiannya dengan hasil labfor.
"Kami mohon doanya semoga segera ada titik terang," tandasnya.
Baca juga: Tes Psikologi Ungkap Badut Pembunuh Mertua di Mojokerto Beraksi Sadar, Dipicu Emosi Keluarga
Untuk mengungkap kasus ini, polisi harus bekerja ekstra, karena sejak pertama kali dilaporkan, TKP penemuan mayat sang siswi sudah 'rusak".
Tim gabungan dikerahkan untuk mengungkap kasus ini, mulai Satreskrim Polresta Banyuwangi, Tim Jatanras Polda Jatim. Polisi juga telah menerjunkan anjing pelacak ke TKP.
Editor : Narendra Bakrie
