Anjing Pelacak Diterjunkan Bantu Ungkap Kasus Dugaan Pembunuhan Siswi MI Banyuwangi

Anjing Pelacak Diterjunkan Bantu Ungkap Kasus Dugaan Pembunuhan Siswi MI Banyuwangi © mili.id

Anjing pelacak diterjunkan ke TKP penemuan mayat siswi MI di Banyuwangi (Foto: Eko Purwanto/mili.id)

Banyuwangi - Anjing pelacak diterjunkan untuk membantu mengungkap kasus dugaan pemerkosaan dan pembunuhan siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Banyuwangi, Sabtu (16/11/2024).

Seekor anjing pelacak tampak berada di lokasi penemuan mayat CN (7) siswi MI warga Desa Kalibarumanis, Kecamatan Kalibaru. TKP itu tak jauh dari rumah korban.

Baca juga: 49 Adegan Sadis! Detik-detik Badut Mainan Habisi Mertua di Mojokerto Direka Ulang

Pantauan di lokasi, tampak di sana ada Kasat Samapta Polresta Banyuwangi AKP Basori Alwi bersama Kapolsek Kalibaru, Iptu Yaman Adinata serta sejumlah anggota.

Anjing pelacak terlihat mengelilingi TKP yang masih dipasangi garis polisi. Satu orang anggota polisi bertindak sebagai pawang mengikuti arah anjing itu bergerak.

Sementara anggota lain memantau dari kejauhan sembari melakukan penyelidikan. Sungai kecil, lokasi ditemukannya sepeda kayuh warna pink milik korban juga dilalui anjing pelacak itu.

Belum diketahui apa yang menjadi temuan anjing pelacak tersebut di TKP.

Sebelumnnya, Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtama Putra menyatakan bahwa pihaknya bakal menerjunkan anjing pelacak mengakomodir permintaan keluarga korban.

Itu disampaikan Rama saat mendampingi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi ke rumah duka pada Jumat (15/11/2024).

Baca juga: Fakta Baru, Usai Bercumbu Badut Penjual Mainan di Mojokerto Ngamuk Lihat Chat WA Istri dab PIL

"Kita coba akomodir permintaan dari korban mendatangkan Tim K9 ke TKP. Apakah masih memungkinkan dua hari setelah peristiwa itu karena satu hari turun hujan di sekitaran TKP," paparnya.

Rama menyebut, hasil penyelidikan oleh tim olah tempat kejadian perkara (TKP) dan Inafis sebenarnya sudah cukup melakukan olah TKP. Selama ini tim bekerja lewat metode scientific investigation

"Secara scientific investigation, seluruh hasil olah TKP barang bukti sudah kita bawa ke labfor. Termasuk melakukan autopsi terhadap korban," tambahnya.

Namun hingga Jumat kemarin, masih kata Rama, pihaknya belum menerima hasil autopsi jasad korban. Hanya saja pihaknya telah memeriksa 10 Saksi.

Baca juga: Tes Psikologi Ungkap Badut Pembunuh Mertua di Mojokerto Beraksi Sadar, Dipicu Emosi Keluarga

"Ini terus berproses dan tim terus bekerja di lapangan. Sudah ada sepuluh saksi yang diperiksa. Termasuk dari pihak sekolah, keluarga dan masyarakat sekitar," papar Rama.

Rama menambahkan, barang bukti yang diamankan saat olah TKP pada Rabu (13/11) lalu telah dikirim ke laboratorium forensik untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Mulai dari sepeda, pakaian korban dan sejumlah barang bukti lain.

"Ada sepeda, sepatu, permen lolipop, pakaian, yang itu terus terang pada saat olah TKP karena posisinya sudah ada pertolongan, jadi kita temukan tidak satu tempat melainkan (barang bukti) ditemukan di beberapa titik," tandasnya.

 

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait