Mengintip Mesin Pengolah Limbah Plastik di Universitas Yudharta Pasuruan

Mengintip Mesin Pengolah Limbah Plastik di Universitas Yudharta Pasuruan © mili.id

Mesin Pengolah Limbah Plastik di Universitas Yudharta Pasuruan (Foto: Ist)

Pasuruan - Mesin pengolah limbah plastik dihadirkan di Universitas Yudharta Pasuruan.

Mesin pengolahan limbah plastik itu dihadirkan BG Skin dalam groundbreaking yang diselenggarakan di Hall Meet Gedung Bhineka Tunggal Ika, Universitas Yudharta Pasuruan, Senin (4/11/2024).

Baca juga: Korban Tewas Kecelakaan Maut Pasuruan Bertambah Jadi Empat, Sopir Truk Trailer Meninggal Usai Terjepit Tiga Jam

Kerja sama ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) antara Rektor Universitas Yudharta Pasuruan, Dr. Kholid Murtadlo dan Komisaris PT Sena Kosmetika Indonesia, Vonny Afiyah.

Kolaborasi ini merupakan langkah konkret kedua pihak dalam mendukung lingkungan berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi pirolisis.

Mesin yang dihadirkan di Universitas Yudharta ini akan menjadi sarana penelitian dan belajar tentang pengolahan limbah plastik, bagi mahasiswa.

Juga untuk mendukung program BG Skin Go Green yang diusung PT Sena Kosmetika Indonesia sebagai bentuk tanggungjawab untuk turut mengurangi timbunan limbah plastik dari kemasan skincare.

Rektor Universitas Yudharta Pasuruan, Dr. Kholid Murtadlo menekankan pentingnya keberlanjutan proyek ini bagi kampus dan masyarakat luas.

"Program ini kami harapkan dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan kampus hijau yang berkelanjutan. Proyek ini juga memberi kesempatan kepada mahasiswa dan dosen Universitas Yudharta untuk terlibat langsung dalam penelitian dan pengembangan teknologi pirolisis. Dengan begitu, kami yakin akan terjadi peningkatan kemampuan dan pengalaman praktis di bidang teknologi ramah lingkungan," ujar Kholid tertulis, Selasa (5/11/2024).

Baca juga: Satresnarkoba Polres Pasuruan Bongkar Peredaran Sabu, Tiga Pengedar Dibekuk dalam Waktu Lima Hari PASURUA

Kholid juga menyoroti manfaat program ini dalam membuka peluang lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar.

"Dengan adanya pengembangan teknologi pirolisis ini, kami optimis dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru di sektor ekonomi hijau. Ini adalah upaya kita bersama untuk menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat di sekitar kampus," tambahnya.

Komisaris PT Sena Kosmetika Indonesia, Vonny Afiyah juga menyampaikan harapannya melalui program ini.

Menurutnya, program BG Skin Go Green bukan sekadar program pengelolaan limbah, tetapi juga sebuah langkah untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan.

Baca juga: Polres Pasuruan Ukir Prestasi di Polda Jatim, Juara II Tertib Administrasi Pelaporan DORS Dan Ungkap Kasus

"Kami berharap program ini dapat memberikan dampak positif yang luas. Tidak hanya untuk lingkungan, tetapi juga bagi masyarakat yang terlibat langsung dalam proses ini," ungkapnya.

Melalui kerja sama ini, Universitas Yudharta Pasuruan dan PT Sena Kosmetika berkomitmen untuk terus berinovasi dan mendorong praktik keberlanjutan yang bermanfaat bagi semua pihak.

Proyek BG Skin Go Green diharapkan mampu memberikan dampak signifikan, baik dalam hal pengurangan limbah, peningkatan kesadaran lingkungan, maupun penciptaan lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar.

 

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait