Wakil Presiden RI ke-1, Mohammad Hatta (istimewa)
Mili.id - Pada 3 November 1945 atau 79 tahun lalu, pemerintah menerbitkan maklumat, yang ditandatangani oleh Wakil Presiden RI ke-1, Mohammad Hatta. Maklumat itu dikeluarkan untuk memberikan kesempatan pada masyarakat supaya mendirikan partai politik sebanyak-banyaknya.
Setelah adanya maklumat tersebut, sejumlah partai politik mulai terbentuk, seperti Partai Komunis Indonesia (PKI), Majelis Syuro Muslimin (Masyumi), Partai Kristen Indonesia (Parkindo), dan Partai Rakyat Sosialis (PRS).
Sejarah Keluarnya Maklumat 3 November 1945
Pada 29 Agustus 1945, Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) dibentuk oleh pemerintah dengan tugas membantu presiden. Setelah pembentukan KNIP, pada 12 September 1945 pemerintah mendirikan Kabinet Presidensial.
Kabinet tersebut berbentuk pemerintahan presidensial dengan partai tunggalnya yaitu Partai Nasional Indonesia (PNI). Didirikannya partai tunggal ini memancing reaksi kelompok sosialis dengan Sutan Sjahrir sebagai pemimpinnya.
Kelompok sosialis menentang sistem pemerintahan presidensial serta partai tunggal. Mereka menganggap hal tersebut akan menciptakan pemerintahan yang diktator.
Maka dari itu, pada 3 November 1945 pemerintah yang diwakili Wakil Presiden Mohammad Hatta menandatangani maklumat politik ini, sebagai tonggak awal demokrasi di Indonesia.
Isi Maklumat 3 November 1945
• Pemerintah menyukai pembentukan partai-partai politik sebab dianggap bisa mengarahkan pemerintah maupun masyarakat ke arah lebih baik.
• Pemerintah mempunyai harapan supaya partai politik telah tersusun sebelum diselenggarakannya pemilihan anggota badan perwakilan rakyat pada Januari 1946.
10 Partai Lahir Setelah Maklumat 3 November 1945
Baca juga: Pandawa Warung Kopi Saat Rindu Menjadi Rasa, dan Sydney Menjadi Indonesia
1. Partai Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi) yang dipimpin oleh Soekiman.
2. Partai Komunis Indonesia (PKI) yang dipimpin oleh Mohammad Yusuf.
3. Partai Buruh Indonesia (PBI) yang dipimpin oleh Sutan Nyono.
4. Partai Rakyat Jelata (PRJ)yang dipimpin oleh Sutan Dewanis.
5. Partai Kristen Indonesia (Parkindo) yang dipimpin oleh Probowinoto.
Baca juga: Seskab Teddy Ajak Pegawai Tingkatkan Kinerja dan Terus Berkembang
6. Partai Sosialis Indonesia (PSI) yang dipimpin oleh Amir Syarifudin.
7. Partai Rakyat Sosialis (PRS) yang dipimpin oleh Sutan Sjahrir.
8. Partai Khatolik Republik Indonesia (PKRI) yang dipimpin oleh I. J. Kasimo.
9. Partai Persatuan Rakyat Marhaen Indonesia (Permai) yang dipimpin oleh J. B. Assa.
10. Partai Nasional Indonesia (PNI) yang dipimpin oleh Sidik Jojosukarto.
Editor : Aris S
