Bocah Perempuan Surabaya Diduga Terinfeksi HIV AIDS Meninggal Dunia

Bocah Perempuan Surabaya Diduga Terinfeksi HIV AIDS Meninggal Dunia © mili.id

Suasana rumah duka bocah perempuan diduga terinfeksi HIV AIDS (Foto: Ist)

Surabaya - Bocah perempuan di Gubeng, Surabaya yang terinfeksi HIV/AIDS meninggal dunia.

Siswi SD berinisial F (11) itu meninggal dunia dalam perawatan di RSU dr Soetomo Surabaya pada Rabu (23/10/2024) dini hari.

Baca juga: Persebaya Taklukkan Persija 1-0, Debut Shin Tae-yong Berakhir Pahit di Piala Presiden 2026

Informasi yang diperoleh mili.id, bocah itu terinfeksi HIV/AIDS dari ibunya sejak 2023 lalu. Ibunya saat itu meninggal pada 2021.

D, ayah F menceritakan, sebelum meninggal sekitar pukul 01.00 WIB, nafsu makan putrinya menurun.

F dibawa ke rumah sakit pada Senin setelah maghrib setelah D mendapat saran dari kelurahan dan puskesmas, karena berat badan F turun.

"Meninggalnya pas posisi tidur. Saya baru tahu saat mencoba membangunkannya. Sebab pukul 01.00 WIB terlihat jarum selang infusnya tertindih," ungkap D di rumah duka.

Menurut D, jenazah putrinya telah dimakamnya di Karanggayam sekitar pukul 10.00 WIB.

Baca juga: Aliansi Kalijudan Bersih, Desak Pengurus LPMK Mundur dan Dugaan Pungli Diusut Tuntas

D mengetahui pertama kali anaknya mengidap HIV/AIDS ketika mantan mertuanya membawa anaknya itu ke rumahnya di wilayah Gubeng pada 10 Oktober 2023.

Saat itu, kondisi F sudah sering batuk-batuk, dan badannya kurusan. D akhirnya membawa anaknya ke Rumah Sakit Adi Husada.

Setelah sehari dirawat, dokter Rumah Sakit Adi Husada menyebut bahwa F positif terpapar HIV.

Baca juga: DPMM FC Gagal Pertahankan Keunggulan, Tampines Rovers Paksa Laga Berakhir Imbang 2-2 di Piala Presiden 2026

"Semula dokternya menjelaskan bila batuk-batuk karena tubercolosis (TBC). Menjalar ke tubuh anak saya karena terinfeksi HIV. Tapi sebenarnya TBC-nya negatif," ungkap ayah 2 anak itu.

F kemudian dirujuk ke RSU dr Soetomo dan dirawat selama 16 hari. Setelah dipastikan kondisinya fit, F sempat diperbolehkan pulang.

Namun tiga bulan kemudian, dia berganti mendapat perawatan, untuk pengobatan TBC.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait