Baliho Risma-Gus Hans yang diduga dirusak orang tak dikenal. (Eko Purwanto/mili.id).
Banyuwangi - Panwaslu Kecamatan Sempu sudah menerima laporan dugaan perusakan baliho cagub-cawagub Risma-Gus Hans dan saat ini masih berkoordinasi dengan gakkumdu serta mengumpulkan barang bukti
"Sudah kami terima laporannya. Akan kami koordinasikan ke Sentra Gakkumdu Banyuwangi, polisi dan Satpol PP. Setelah ini kita terjun ke lapangan untuk mengecek kerusakan yang terjadi," kata Ketua Panwaslu Kecamatan Sempu, Eko Nur Amin, Kamis (17/10/2024).
Usai terbit laporan, masih kata Eko, pihaknya akan melakukan kajian serta berkoordinasi dengan jajaran Bawaslu kabupaten. Dalam kasus dugaan perusakan ini, pihaknya mengantongi dua alat bukti.
"Sementara ini kita kumpulkan barang bukti termasuk keterangan saksi pelapor dan baliho yang diduga dirusak," katanya.
Eko belum bisa menentukan apakah ada unsur pidana dalam dugaan perusakan baliho paslon Risma - Gus Hans. Karena ranah itu sepenuhnya ada di sentra gakkumdu kabupaten.
Disamping itu masih ada ganjalan pembuktian mengingat identitas pelaku dugaan perusakan belum diketahui.
"Tetap kita koordinasikan dengan jajaran Bawaslu kabupaten ada atau tidaknya unsur dugaan pidana," tambah Eko.
Eko menyebut laporan ini menjadi pertama sepanjang Panwaslu Kecamatan membuka layanan aduan sejak masa kampanye berlangsung 25 September 2024. Pihaknya berharap masyarakat segera melapor jika ditemukan pelanggaran pilkada tak hanya perusakan APK dan BK saja.
"Kami harap masyarakat berpartisipasi aktif melaporkan adanya dugaan pelanggaran pemilu di wilayahnya. Sehingga cepat dilakukan penanganan agar tidak terjadi simpang siur yang berpotensi memicu isu yang kurang tepat," ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Tim Pemenangan Risma - Gus Hans Kecamatan Sempu, Endik Setiawan mengatakan, tak hanya gelaran pilkada saja, baliho APK paslon dari Partai PDI Perjuangan jadi sasaran perusakan. Pemilu 2024 lalu, APK salah satu caleg jadi sasaran tembak aksi perusakan.
"Pas pemilu kemarin baliho salah satu caleg dari partai kami dirusak. Terus sekarang baliho Risma - Gus Hans yang belum genap sepekan juga dirusak," ungkapnya.
Endik mengungkapkan, hampir tiap gelaran pemilu APK dan BK dari partainya rusak hingga lenyap. Ia pun tak berani menduga terdapat unsur kesengajaan atau memang sengaja dirusak.
Laporan yang dilayangkan ke Panwaslu Kecamatan Sempu atas perusakan baliho Risma - Gus Hans semata hanya memberikan efek jera andai memang disengaja. Endik menyebut telah berkoordinasi dengan jajaran atas sebelum membuat laporan.
"Sudah dikomunikasikan langsung kepada tim pemenangan tingkat kabupaten dan mendapat izin untuk membuat laporan resmi," jelasnya.
Endik menegaskan, tak ada tendensi selain memberikan efek jera andai memang perusakan itu terbukti disengaja. Namun ia tak habis pikir kenapa di lokasi tersebut APK dan BK milik calon dari PDI Perjuangan jadi sasaran tembak perusakan.
"Yang kami herankan ini tidak hanya sekali terjadi seperti ini. Dan jika disengaja apa motif dari pelaku," pungkasnya.
Baca juga: Nini Carlina Comeback di Kampung Halaman, Rilis Lagu Religi “Siti Hajar” Penuh Haru
Editor : Achmad S
