Cabup 01 Hendy Siswanto berbincang dengan wartawan. (Hatta for Mili.id)
Jember - Sejak dua tahun lalu itu, Bupati Jember, Hendy Siswanto, yang cuti kampanye ini mengungkapkan jika dirinya menjalankan Salat Subuh berjemaah dengan berkeliling ke seluruh wilayah di Kabupaten Jember.
Pria yang juga seorang pengusaha dan sosok enterpreneur itu, menegaskan jika rutinitas yang dilakukan itu memberikan manfaat banyak bagi dirinya dan juga masyarakat Jember.
Baca juga: Aston Jember Sajikan Sensasi Street Food Jepang Autentik
Diakui oleh Hendy, dengan posisinya saat ini yang sedang cuti karena ikut kegiatan kampanye, sebab kembali berkontestasi dalam Pilkada 2024, Salat Subuh berjemaah masih terus dilakoninya.
Saat dikonfirmasi usai melakukan klarifikasi di Bawaslu Jember, karena tudingan melakukan pelanggaran Pemilu 2024 dengan kampanye di tempat ibadah, Hendy menepis jika hal itu merupakan bentuk pelanggaran pemilu.
Kata Hendy, lewat Salat Subuh berjemaah, menjadi sarana yang baik untuk meningkatkan roda ekonomi, juga mendengar curhatan masyarakat Jember.
Sejauh mana perkembangan kabupaten yang berjuluk Kota Tembakau itu, dirasakan oleh masyarakat.
"Saya selama ini tidak pernah membuka rahasia dan alasan melakukan kegiatan Salat Subuh berjemaah ini. Saya takut jika nanti dianggap riya' ataupun sok agamis. Saya hanya orang kepala hitam, masyarakat biasa, rumahnya pun hanya di perkampungan di Kampung Ledok sana. Bukan juga ahli agama," kata Hendy saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Kamis (10/10/2024).
Hendy menjelaskan, kegiatan Salat Subuh berjemaah yang dilakoninya, adalah sarana bagi dirinya untuk menyapa masyarakat secara langsung, juga untuk mensiarkan manfaat dari salat dengan berjemaah.
"Sampai sekarang saya setiap pukul 3 pagi sudah bangun, kemudian berkeliling ke masjid-masjid salat berjemaah. Dari dulu sampai sekarang, Alhamdulillah sudah dua tahun berjalan. Kecuali jika saya capek, baru saya salatnya di rumah di kamar. Sama seperti lainnya," kata Hendy.
Baca juga: Partisipasi Peserta dari 16 Kota di Jawa dan Bali di Event Tahunan Aston Jember
Diuangkapkan Hendy ketika saat Salat Subuh berjemaah, terkadang ada takmir masjid yang meminta dirinya memberikan sambutan, arahan, ataupun taulsiyah.
"Ya saya hanya menyampaikan, khususnya umat Islam. Ayo salat berjemaah, pasti akan dirasakan manfaatnya," ujar Hendy.
Disamping ini kewajiban dirinya sebagai orang muslim, dengan Salat Subuh berjemaah ini adalah strategi penggerakan ekonomi.
"Bayangkan Kalau orang Subuh berjemaah tiap pagi, 98 persen penduduk Jember ini muslim. Kita (Jember) punya 4 ribu masjid, 3900 musala, semua diisi atau seperempatnya saja. Otomatis ekonomi sudah bergerak, perputaran ekonomi sudah berjalan sejak pagi," ulasnya menambahkan.
Tidak hanya itu, lanjutnya, saat ada kesempatan untuk berdialog. Hendy mengakui, jika masyarakat juga terkadang curhat tentang kondisi di setiap wilayahnya.
Baca juga: Ketua MAKI Jatim Apresiasi Pemenang Kompetisi Fun Run 5K di Jember
"Ada beberapa yang curhat jalan rusak. Sehingga saya bisa mengoreksi hal-hal tersebut. Momen itulah yang saya dapatkan dan dapat dirasakan manfaatnya," kata Hendy.
Dengan kemanfaatan itu, lebih lanjut kata Hendy, pihaknya berharap bisa terus istikomah melakukan kegiatan Salat Subuh berjemaah di seluruh wilayah Jember.
"Tadi pagi kita Salat Subuh berjemaah di Masjid Rhoudatul Muchlisin. Tapi tidak dikasih kesempatan untuk melakukan sambutan, mungkin karena sering ya. Ya sudah kita lanjut saja," ucapnya.
Untuk itu Hendy menegaskan, ketika masih menjadi bupati dan ketika dirinya dipilih lagi, pasti akan mengingatkan juga terkait manfaat Salat Subuh berjemaah ini.
Editor : Aris S
