Konaspi XI di UNESA Ditargetkan Lahirkan Rekomendasi Penguatan SDM Indonesia EMAS

Konaspi XI di UNESA Ditargetkan Lahirkan Rekomendasi Penguatan SDM Indonesia EMAS © mili.id

Konaspi XI di UNESA (Foto: Humas UNESA)

Surabaya - Ribuan delegasi perguruan tinggi negeri Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) memadati Graha Universitas Negeri Surabaya (UNESA) pada Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (Konaspi) XI 2024.

Konaspi kali ini mengusung tema "SDM Unggul untuk Mewujudkan Indonesia EMAS 2045". Agenda penting ini berlangsung pada 8 hingga 10 Oktober 2024.

Baca juga: Polrestabes Surabaya Amankan 192 Pelaku Kejahatan Jalanan dalam Dua Bulan Operasi

Dalam laporannya sebagai tuan rumah, Rektor UNESA, Prof Nurhasan mengatakan bahwa forum ini merupakan wahana akademik LPTK untuk memberikan sumbangan pemikiran bagi pembangunan SDM unggul melalui pendidikan.

Agenda besar membahas dan mengkaji tantangan dan peluang transformasi pendidikan era digital. Juga merumuskan poin strategis untuk mengembangkan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Nasional Indonesia (LPTKNI) yang kontributif bagi pembangunan nasional.

Selain itu, juga membahas revitalisasi LPTK, baik dari aspek kelembagaan, tata kelola, standarisasi, kurikulum, pendidikan inklusif, dan kesetaraan akses. Penguatan profesionalisme guru abad ke-21 juga tak luput dari bahasan.

"Adapun tujuannya untuk merumuskan dan melahirkan rekomendasi strategis mendorong percepatan pembangunan pendidikan nasional menuju Indonesia EMAS (Era Masyarakat Adil Sejahtera)," jelas guru besar ilmu keolahragaan UNESA itu melalui siaran tertulisnya, Rabu (9/10/2024).

Sementara Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Dirjen Diktiristek), Abdul Haris menyebut, SDM menjadi kunci pembangunan suatu negara.

Perluasan akses, pemerataan kualitas, dan penguatan relevansi pendidikan tinggi berkontribusi besar dalam pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Konaspi XI di UNESA (Foto: Humas UNESA)Konaspi XI di UNESA (Foto: Humas UNESA)

Menurutnya, mengutip laporan World Economic Forum, kualitas SDM menjadi salah satu faktor utama yang menentukan daya saing global suatu negara.

Baca juga: Kejari Surabaya Tangkap Ibu-Anak Buron Korupsi Rp4,75 Miliar, Buron Empat Tahun

The Global Competitiveness Report menunjukkan bahwa negara dengan akses pendidikan tinggi yang lebih baik, memiliki kemampuan dalam menciptakan inovasi dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

"Setiap peningkatan populasi berpendidikan tinggi akan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, dan mengurangi kemiskinan di suatu negara," papar dia.

Dia berharap LPTKNI melalui Konaspi Ke-11 ini terus konsisten menjadi mitra pemerintah dalam memberikan rekomendasi strategis percepatan pembangunan nasional dan pengembangan LPTK di Indonesia, serta dapat mengimplementasikan transformasi pendidikan tinggi dalam kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Pihaknya menanti ide dan gagasan perbaikan yang nantinya dihasilkan pada event tersebut, sebagai langkah konkrit untuk membangun sistem pendidikan nasional yang lebih adaptif, inklusif, dan berdaya saing.

"Semoga rekomendasi yang dihasilkan dalam forum ini menjadi pijakan strategi bagi terwujudnya Indonesia EMAS 2045 melalui penguatan kualitas pendidikan dan SDM unggul di seluruh penjuru negeri," tambahnya.

Baca juga: Gerak Cepat Pemkot Surabaya Sidak Gion Spa, Management Kooperatif

Konaspi merupakan agenda dua tahunan yang diselenggarakan Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Indonesia (ALPTKI) atau LPTKNI.

Agenda ini terdiri dari beberapa kegiatan, mulai konferensi internasional, konvensi, pameran inovasi pendidikan, hingga IKN Goes to Campus, dan penandatanganan kerja sama.

Pembukaan puncak acara ini dihadiri direktur jenderal selingkung Kemendikbudristek, perwakilan Kemenpora RI, perwakilan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), pimpinan MRPTNI (Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia) dan jajaran delegasi dari 12 LPTK se-Indonesia.

 

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait