Reni Astuti saat sidak di Hi-tech mall/foto:Dimas DK
Mili.id - Hi tech mall yang merupakan icon Surabaya pada sektor ekonomi dinilai masih punya daya tarik atau magnet bagi pelaku usaha bidang elektronik maupun konsumen.
"Magnet hi tech mall masih ada walaupun tempatnya gelap di pojok ternyata masih ada yang mendatangi, artinya (masih) ada potensi." kata Reni Astuti, Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, saat sidak dan memastikan nasib 200 pedagang, Rabu, (23/2).
Baca juga: Gerak Cepat Anas Karno, Keluhan Air Bersih Langsung Ditindaklanjuti
Saat kota Surabaya sedang melakukan percepatan pemulihan ekonomi, di Hi tech mall, sambung Reni, sudah ada segmen pelaku usaha, maupun segmen pasar.
Bahkan menurut Politisi PKS tersebut, segmen pasarnya tidak hanya di Surabaya, tapi Jawa bahkan ada yang diluar Jawa. "Tadi ketemu dengan pembeli dari NTT," tegas Reni
Baca juga: DPRD Surabaya Minta Definisi Pekerja Rentan Segera Diperjelas
Sehingga, ia mengimbau Pemkot mengelola potensi Hi-tech mall untuk dimanfaatkan dengan program-program pemerintah kota.
"Kita tidak hanya masuk kepada fungsi nya salah satu OPD tertentu yang menangani ini, misalnya BPKAD tapi dinas yang lain disitu, ada Dinas Perdagangan, ada UMKM, Dinas Koprasi, Dinas Tenaga Kerja. Kalau kita bicara tempat ini, semacam BLK nya pelatihan Pemkot, (dan) itu juga bisa dimanfaatkan disini." urai Reni
Baca juga: Ketua Komisi A: Tiga Camat Dalam Bidikan Evaluasi Pemkot
Selanjutnya, lanjut Reni Ada Disbudpar, yang di dalamnya terdapat industri kreatif, instansi tersebut bisa mengoptimalkan banyak lantai di Hi-tech mall .
"Jadi bicara pengelolaan tidak hanya satu OPD atau BPKAD, tapi juga dinas yang lainnya bahkan Dinas Pendidikan, disini banyak magangnya anak anak SMK, jadi sebenarnya Hi-tech mall tidak hanya menjanjikan sektor ekonomi tapi juga tempat edukasi." Tandas Reni.
Editor : Redaksi
