Teror Perusakan Fasilitas dan Ruangan SDN di Banyuwangi Semakin Meluas

Teror Perusakan Fasilitas dan Ruangan SDN di Banyuwangi Semakin Meluas © mili.id

Ruang kelas SDN 1 Kedungringin yang sempat diacak-acak pelaku aksi pencurian. (Foto: Eko Purwanto/mili.id)

Mili.id - Teror pencurian dan perusakan gedung sekolah tak hanya dialami SDN 1 Kedungringin, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, hal serupa turut dialami sejumlah sekolah SD maupun TK di wilayah Muncar.

Pimpinan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Muncar, Suprihadi menyebut aksi pencurian disertai pengrusakan sebelumnya dialami 3 SD dan 1 TK. Modus aksinya pun sama, mencuri barang sepele dan meninggalkan jejak tulisan.

Baca juga: Polres Tuban Amankan Tersangka Komplotan Pencuri Sapi

"SDN 1 Kedungrejo sekitar dua bulan lalu. Berselang tak lama, aksi serupa dialami SDN 1 Tembokrejo, SDN 1 Tapanrejo dan satu taman kanak-kanak (TK). Ciri-ciri aksinya pun sama, mencuri barang tak seberapa dan juga meninggalkan jejak tulisan pada dinding," katanya, Selasa (24/9/2024).

Menurut Suprihadi, dua aksi teror dinilainya terbilang brutal, selain merusak fasilitas sekolah, pelaku turut melakukan aksi pembakaran.

"Yang paling brutal menurut saya adalah yang terjadi di SDN 1 Kedungrejo. Pelaku sampai melakukan pembakaran pintu sekolah, dan yang kedua di SDN 1 Kedungringin pada Senin kemarin. Di mana pelaku sampai memecahkan kaca pintu ruang guru menggunakakan batu," terangnya.

Rentetan aksi teror ini dinilai Suprihadi cukup meresahkan, bahkan upacara bendera yang sedianya digelar SDN 1 Kedungringin terpaksa ditiadakan.

Dan yang membuat gusar adalah dalam setiap aksinya pelaku selalu meninggalkan tulisan bernada mengejek bahkan cenderung menantang. Baik menggunakan spidol, kapur maupun cat semprot.

"Ada yang bertuliskan sekolahmu tak rampok, Sdmu tak rampok, maaf sekolahmu aku rampok. Ini yang bikin kami gusar. Seakan bahasa yang disampaikan seperti menantang," ungkap Suprihadi.

Baca juga: Jelang Iduladha, Polres Tuban Ungkap Pencurian 7 Ekor Sapi di Tiga Lokasi

Pasca insiden di SDN 1 Kedungringin, Suprihadi segera berkoordinasi dengan kepala sekolah dan camat untuk membuat laporan ke pihak kepolisian.

"Kita sudah laporkan kasus ini ke Mapolsek Muncar. Habis kejadian bersama bapak kasek dan camat, kami langsung membuat laporan. Kami berharap pelaku segera tertangkap," ujar Suprihadi.

Sebelumnya, Aksi teror menimpa sekolah dasar (SD) Negeri 3 Kedungringin, Kecamatan Muncar, Banyuwangi.

Tak hanya merusak sejumlah fasilitas milik sekolah, pelaku turut mengirimkan pesan bernada mengejek pada dinding sekolah.

Baca juga: Polrestabes Surabaya Ungkap Kasus Pencurian Emas, Modus Menyamar Jadi ART

Teror itu terjadi pada Senin (23/9) dinihari kemarin. Pelaku merusak pintu ruang guru dan juga perpustakaan serta ruang kelas. Pesan mengejek turut dituliskan pelaku pada dinding sekolah.

Anehnya, pelaku tidak mengambil barang elektronik milik sekolah, dan hanya mengambil uang tabungan siswa tidak lebih dari Rp 100 ribu.

"Barang-barang penting seperti printer, mesin pengganda (fotokopi) dan elektronik lain tidak diambil. Hanya uang tabungan harian siswa diambil pelaku. Nilainya sekitar Rp100 ribu," ungkap Kepala Sekolah SDN 1 Kedungringin, Mujiono.

Editor : Aris S



Berita Terkait