Ilustrasi
Surabaya - Seorang pria berinisial AD ditangkap anggota Polsek Wiyung, karena membawa kabur mobil milik bosnya, Budi, seorang kontraktor asal Surabaya.
Baca juga: Four Points by Sheraton Surabaya Gelar Trading Card Show Pertama di Surabaya
Kapolsek Wiyung Kompol Slamet Agus Sumbono mengatakan, terungkapnya penggelapan ini berawal ketika Budi hendak mengurus pajak STNK 5 tahunan.
Budi lewat Fajar sebagai biro jasa untuk membantunya mengurus pajak tersebut, dikarenakan Budi saat itu sedang berada di luar kota.
"Fajar saat hendak mengecek mobil untuk gesek nomor mesin dan nomor rangka tidak mendapati mobil ada di rumah Budi," katanya, Senin (16/9/2024).
Fajar kemudian menghubungi Budi lewat telepon untuk menanyakan keberadaan mobil yang akan diurus pajaknya, Budi yang juga bingung akhirnya menghubungi seorang asisten rumah tangganya.
Pada Jumat (13/9/2024) kata asisten rumah tangga itu kepada Budi, ada seorang laki-laki yang mengambil mobil itu di rumahnya dan mengaku disuruh Budi.
"Lalu Budi menunjukkan foto AD. Pembantunya membenarkan orang itu yang membawa mobil," tambahnya.
Baca juga: Suroboyo 10K 2026 Dibanjiri Ribuan Pelari, Hotel dan Kuliner Surabaya Ikut Terdongkrak
Merasa tidak sedang menyuruh AD kerja, Budi melaporkan dugaan pencurian ke Polsek Wiyung, laporan itu berdasarkan keterangan pembantu.
Anggota Unit Reskrim Polsek Wiyung dan dibackup Jatanras Polrestabes Surabaya langsung melacak keberadaan AD.
"AD ini sempat hilang satu hari, kemudian ketemu di Tegalsari, saat penangkapan, AD di dalam mobil bersama perempuan asal Jombang," ungkapnya.
AD ditangkap sejak Minggu (15/9/2024) dini hari, dirinya tidak mengaku akan menjual mobil, digelapkan, atau dicuri.
Baca juga: Remaja Surabaya Tewas Diduga Dikeroyok Usai Perselisihan Sandal Crocs Rp1,5 Juta
Kepada penyidik, AD mengaku menggunakan mobil milik juragannya karena ingin senang-senang bersama teman wanitanya.
Tapi anehnya, AD mengganti pelat nomor kendaraan tersebut menggunakan nomor polisi yang tak sesuai dengan surat-surat kendaraan.
"Tapi yang membuat kami curiga karena pelat nomor kendaraan diganti tidak sesuai dengan STNK," pungkasnya.
Sebagai informasi, AD dipekerjakan Budi sebagai sopir freelance untuk membantunya jika ada pekerjaan di luar kota, selama bekerja, AD dipercaya memegang beberapa kunci mobil Budi.
Editor : Aris S
