Para pelajar SMA Negeri 1 Kutorejo, Mojokerto belajar berdemokrasi (Foto-foto: Nana/mili.id)
Mojokerto - Indonesia merupakan negara demokrasi. Masyarakatnya, sudah belajar berdemokrasi sejak di bangku sekolah, terutama tingkat SMA.
Seperti halnya para pelajar SMA Negeri 1 Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. Mereka belajar berdemokrasi dalam pemilihan ketua OSIS.
Baca juga: Baru Bebas Tiga Bulan, Residivis Curanmor Kembali Beraksi di Empat Lokasi
Dalam prosesnya, calon ketua OSIS harus mendaftar kepada panitia hingga proses pemilihan berlangsung sejak Senin (5/8/2024) lalu.
Dimulai tahapan sosialisasi kepada para siswa, pengenalan kelembagaan dalam pemilihan umum (pemilu), pembagian peran dan pengundian nomor urut calon.
Lalu pelantikan kelembagaan pemilu dan pendataan pemilih. Hingga pendataan pemilih, pendaftaran paslon, dan karnaval tim sukses, hingga kampanye maupun debat paslon.
Seperti layaknya pemilu, juga ada masa tenang sebelum proses pemilihan ketua OSIS. Sampai pada sidang sengketa pemilu dan pengumuman hasil pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS SMA Negeri 1 Kutorejo.
Tak hanya proses, atribut masing-masing peserta maupun kelengkapan dalam pemilu juga dihadirkan.

Baca juga: Tergiur Ritual Penggandaan Uang, Warga Kehilangan Rp22 Juta di Mojokerto
"Ini pesta demokrasi. Kegiatan ini untuk mengajarkan bagaimana memilih ketua (OSIS) kayaknya memilih pemimpin dalam pesta demokrasi seperti yang akan dilakukan di Kabupaten Mojokerto. Sebagai pemilih pemula, kita juga punya kewajiban untuk mensukseskan Pilkada,” ujar salah satu siswa, Christian James, Selasa (13/8/2024).
Terpisah, Kepala SMA Negeri 1 Kutorejo, Ahmad Setyawan menjelaskan bahwa sekolah yang dinahkodainya merupakan salah satu sekolah di Kabupaten Mojokerto yang mengimplementasikan kurikulum merdeka.
Kemudian pembentukan karakter dan pengenalan berbagai budaya dengan tema yang telah ditetapkan untuk Tahun Ajaran 2024/2025.
“Untuk pemilihan ketua OSIS ini mengambil tema Suara Demokrasi. Di mana pada pelaksanaan kegiatan tersebut kita kemas sebagai model pembelajaran sekaligus pengetahuan dan wawasan siswa terkait pelaksanaan pilkada, khususnya dalam pemilihan bupati dan wakil bupati di Mojokerto,” ungkap Setyawan.
Baca juga: Pemkot Mojokerto Gandeng 30 Penyedia Makan Minum, Harga Nasi Kotak Ditetapkan Lewat Kontrak Payung
Setyawan menyebut, dari kegiatan itu diharapkan para siswa SMA Negeri 1 Kutorejo memiliki wawasan bagaimana bersikap dan menentukan hak pilihnya dengan arif bijaksana. Sesuai dengan ketentuan dan UU yang berlaku.
Sehingga, lanjut Setyawan, dalam proses pilkada, khususnya di Kabupaten Mojokerto tercipta suasana yang kondusif, adem, ayem dan tentram.
Ia juga berharap pemilih pemula, khususnya di SMA Negeri 1 Kutorejo memiliki wawasan yang kuat betapa pentingnya peran serta dalam menentukan Kabupaten Mojokerto 5 tahun ke depan.
“Karena siswa SMA, pada proses pilkada kali ini baru pertama kali menyalurkan aspirasinya secara langsung. Di mana mereka termasuk pemilih pemula. Hrapan kami semuanya bisa memberikan sumbangsih terhadap pelaksanaan pemilihan bupati dan wakil bupati Mojokerto," pungkasnya.
Editor : Narendra Bakrie
