Pj Bupati Probolinggo Ugas Irwanto berdiskusi dengan para wali murid SD Widoro. (foto:Inung/Mili Id)
Probolinggo - Meski sempat mendapatkan penolakan dari beberapa wali murid di Sekolah Dasar (SD) Widoro, namun sekolah yang berada di Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo harus tetap dimarger oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo, Rabu (31/07/2024).
Pj Bupati Probolinggo Ugas Irwanto beserta dinas terkait meninjau langsung keadaan SD Widoro untuk mengetahui secara langsung ke lokasi.
Baca juga: Jaga Ekonomi Nasional, Kemenhub Diskon Kereta Saat Libur Sekolah 2026 ini
Hasilnya, SD Widoro yang amat dicintai oleh siswa-siswinya itu tetap harus dimarger oleh pemerintah setempat.
Pada kesempatan itu, Ugas Irwanto memberikan pemahaman kepada wali santri bahwa merger yang dilakukan pihaknya bukan merupakan untuk merugikan masyarakat setempat, melainkan untuk pembangunan Kabupaten lebih baik dan lebih efisien lagi.
"Ini bukan untuk merugikan masyarakat, tapi ini demi kemajuan Kabupaten ke depannya. Karena memang dari tim yang saya terjunkan sekolah ini masih belum layak dan siswanya masih belum memenuhi jumlah minimum," ujarnya.
Baca juga: Khofifah Sebut Pesantren Benteng Moral Bangsa, Genggong Jadi Inspirasi Generasi Santri
Selain itu, alasan yang paling mendasar lagi, untuk efisiensi anggaran dana operasional dan oerawatan gedung lebih maksimal.
"Kan percuma kalau dananya kita alokasikan ke SD yang siswanya sedikit. Sedangkan tenaga pengajar masih kekurangan. Nanti kalau di marger kan bisa lebih maksimal dan efisien untuk dana operasional dan perawatan bangunan sekolah," tegasnya.
Baca juga: Sekolah Rakyat Dharmasraya Ditarget Tuntas Juni 2026
Sementara Kepala Sekolah SD Widoro Syaiful Anshori mengatakan, pihaknyahanya bisa pasrah dan mematuhi apa yang diperintah oleh atasannya. Karena ia hanya bisa mensopurt dan mendukun apa yang dilakukan oleh atasannya.
"Saya ini ibarat karyawan yang harus mematuhi apa yang diperintah oleh atasan atau bos saya. Jadi saya bisa mwnsuport dan menduku apa pun yang langkah yang diambil oleh atasan saya," pungkasnya.
Editor : Aris S
