Wawali Armjuji
Mili.id - Wakil Walikota Surabaya Armuji meyakini kota Surabaya siap jadi Pusat Perdagangan dan Jasa bila pusat Pemerintahan pindah ke Kalimantan.
"Kalau kita melihat di Amerika Pusat pemerintahan di Washington DC dan Pusat Perdagangan di New York , di Tiongkok juga begitu Pusat Pemerintahan di Beijing dan Pusat Perdagangan di Shanghai , saya yakin kalau Jadi ibu Kota Negara pindah ke Kalimantan Surabaya akan menjadi Pusat Perdagangan dan Jasa," kata Armuji, Senin (24/1)
Baca juga: Kereta Api Masuk Kalimantan, Proyek Rp25 Triliun Buka Jalan Integrasi Nasional
Ia menyampaikan, semangat Pemerintahan Kota Surabaya Armuji saat melakukan Reformasi Struktural dan Pemulihan Ekonomi sehingga memiliki fundamen yang kuat dalam penyelenggaraan Urusan Pemerintahan dan Upaya mensejahterakan rakyat.
Dirinya menyebutkan bahwa beberapa faktor yang mendukung Kota Surabaya menjadi Pusat Perdagangan diantaranya, Kapasitas Pelabuhan di kota Surabaya merupakan urutan yang ke - 45 pada tahun 2019, daftar 100 pelabuhan di dunia dengan produksi bongkar muat kontainer terbanyak yang disusun oleh Lloyd's List
"Infrastruktur Jalan yang terkoneksi dengan Tol panjang juga mendukung arus, barang keluar dan masuk sehingga menjamin distribusi barang berjalan lancar, " kata Cak Ji
Sedangkan untuk akomodasi penginapan kota Surabaya juga menempati urutan ketiga di Jawa Timur setelah Pasuruan dan Batu , dengan angka 187 Hotel mengacu pada data Badan Pusat Statistik.
"Sumber Daya Manusia di kota Surabaya juga termasuk kategori tinggi dengan angka 82,23 Poin yang tentunya akan mendukung terhadap iklim perdagangan dan jasa yang bergerak dinamis" , tegas Armuji
Sementara, pemerintah memastikan akan melangsungkan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) baru di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur yang diberi nama Nusantara.
Merujuk situs ikn.go.id, pembangunan IKN membutuhkan waktu puluhan tahun yang terbentang dari 2022 sampai 2045 mendatang.
Baca juga: Wali Kota Depok Pimpin Upacara Hardiknas 2026, Tekankan Pendidikan Berkualitas
Di periode 2022-2024, akan dilakukan pemindahan tahap awal ke Kawasan IKN, pembangunan infrastruktur utama seperti Istana Kepresidenan, Gedung MPR/DPR RI dan perumahan, juga meliputi pemindahan ASN tahap awal.
Serta pembangunan dan beroperasinya infrastruktur dasar untuk 500.000 penduduk tahap awal. Presiden RI direncanakan akan merayakan HUT RI ke-79 di Kawasan IKN pada 17 Agustus 2024.
Editor : Redaksi
