Kuasa Hukum Dini Heran Hakim Tidak Temukan Cukup Bukti Penganiayaan

Kuasa Hukum Dini Heran Hakim Tidak Temukan Cukup Bukti Penganiayaan © mili.id

Kuasa hukum korban Dini Sera Alfrianti saat konferensi pers. (Conk/mili.id)

Sidoarjo - Kuasa hukum korban Dini Sera Alfrianti meras ironis dengan keputusan majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya yang menyebutkan bahwa tidak ada cukup bukti penganiayaan yang dilakukan oleh Gregorius Ronald Tannur.

"Lantas, luka-luka ini timbul darimana jika tidak ada penganiayaan. Sungguh sangat ironis, memprihatinkan bagaimana hakim mengatakan tidak cukup bukti. Hakim mempertimbangkan terdakwa membawa korban ke rumah sakit. Ini bertentangan dengan fakta hukum dan kebenaran dalam rekonstruksi dan persidangan. Kita ketahui, korban tergeletak di basemen dan akan ditinggalkan pergi oleh GRT," kata Dimas Yemahura Alfarauq, kuasa hukum keluarga almarhumah Dini Sera Alfrianti.

Ia menambahkan, hakim mengatakan adanya terdakwa ingin membawa korban ke rumah sakit. Namun hal itu tidak sesuai dengan fakta hukum.

"Tersangka dihentikan oleh security dan mengaku tidak tahu korban kenapa bisa tergeletak di situ. Padahal sebelumnya, tersangka berada di sisi kiri pintu mobil. Lalu tersangka memasukkan korban ke bagasi mobil, jika ingin menolong kenapa dimasukkan ke bagasi. Tersangka tidak membawa korban ke rumah sakit tapi membawa ke apartemen yang diturunkan dari mobil dan ditinggalkan di lobi. Tersangka naik keatas dan mengambil barangnya dan kembali ke mobil meninggalkan korban di lobi. Tersangka dihentikan oleh security dan diminta tersangka mengantarkan korban ke rumah sakit. Korban diantar ke rumah sakit didampingi security dan pengelola apartemen," bebernya.

Menurut Dimas Yemahura Alfarauq, pihaknya meminta supaya jaksa penuntut umum (JPU) agar melakukan tindakan kasasi atau banding.

"Tadi saya sudah mendapatkan informasi JPU atau Kejari Surabaya akan melakukan kasasi. Saya meminta agar jpu serius membuat memori kasasi, memperkuat kasasi, pembuktian agar keadilan terhadap korban ini bisa dipenuhi," pungkasnya.

Baca juga: Suroboyo 10K 2026 Dibanjiri Ribuan Pelari, Hotel dan Kuliner Surabaya Ikut Terdongkrak

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait