Sejumlah remaja SMK terjaring patroli Tim Satsamapta Polres Mojokerto Kota saat pesta miras di trotoar Jalan Mayjend Sungkono Kota Mojokerto (Foto: Nana/mili.id)
Mojokerto - Sejumlah remaja SMK kedapatan pesta minuman keras (miras) di trotoar Jalan Mayjend Sungkono, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.
Mereka berinisial DS (15), AAK (16), MAS (16), AAM (15), IYR (17), RAM (16), dan KB (17), semuanya asal Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.
Baca juga: Idul Adha Dan Waisak, Tempat Hiburan Sampai Panti Pijat Dilarang Buka di Kota Mojokerto
"Waktu itu kami patroli rutin (Kamis), dan melihat sekelompok pemuda yang mencurigakan. Kita datangi, dan didapati ada dua botol arak bali," terang Kanit Turjawali Satsamapta Polres Mojokerto Kota, Iptu Yudha, Senin (8/7/2024).
Menurut Yudha, 7 remaja itu masih berstatus anak di bawah umur dan bersekolah di sejumlah SMK. Dalam pengakuannya, mereka membeli miras di wilayah Desa Mlirip, Kecamatan Gedeg.
"Mereka semua masih kelas 2 SMK, ada yang beda sekolah, ada yang sama. Tapi memang satu pertemanan," beber Yudha.
Para pelajar tersebut kemudian digelandang ke Mapolres Mojokerto Kota untuk dilakukan pendataan dan pembinaan atas perbuatan melanggar hukum itu.
Baca juga: Ular Besar Masuk Rumah Warga Magersari, Petugas BPBD Kota Mojokerto Evakuasi dari Bawah Lemari
Sementara MZ, salah satu orangtua remaja yang datang ke Mapolres Mojokerto Kota untuk mengisi surat pernyataan agar mengawasi pergaulan anak-anaknya mengaku tidak mengetahui anaknya terlibat pesta miras.
Sebab setiap kali pamit, sang anak berdalih bermain bersama teman-temannya. Ia pun kaget dan akan mengawasi pergaulan anak laki-laki tersebut.
"Tidak tahu sama sekali (anak mengonsumsi alkohol). Pamitnya main sama teman," ujarnya.
Baca juga: Ayah Tiri Nekat Cabuli Anak Istri di Mojokerto, Dipolisikan Keluarga
Ia pun merasa terbantu dengan adanya patroli rutin yang digelar Satsamapta Polres Mojokerto Kota dalam mengontrol pergaulan anaknya.
Dengan begitu, dia lebih mengenal kepribadian anaknya dan akan bersikap lebih disiplin lagi dalam mendidik putra pertamanya itu.
"Saya berterimakasih dengan adanya tugas (patroli) seperti ini. Bisa meringankan (tugas) orangtua dan jadi tau sifat anak sebenarnya. Jadi jangan terlalu percaya dengan anak. Saya juga akan disiplin dan mengawasi (pergaulan anak) lagi," beber pria 50 tahun itu.
Editor : Narendra Bakrie
