Ilustrasi mili.id
Surabaya - Dua pelajar jadi korban komplotan begal di Jalan Middle East Ring Road (MERR), kawasan Gunung Anyar, Surabaya.
Dua pelajar itu adalah KL (18) dan MO (16). Mereka menjadi korban komplotan begal berjumlah 6 orang pada Minggu (26/5/2024) dini hari.
Baca juga: PDIP Surabaya Panaskan Mesin Organisasi Lewat Regenerasi Kader Muda Berkelanjutan
Salah satu rekan korban, Galih bercerita, begal tersebut beraksi menggunakan tiga motor. Modus yang digunakan para pelaku terbilang usang, yakni pura-pura tanya alamat.
"Pelakunya enam orang, naik tiga motor. Jadi kedua korban dipancing oleh satu orang laki-laki bermodus tanya alamat," ungkap Galih, Kamis (30/5/2024).
Awalnya, korban KL berboncengan motor Honda Beat Street W 3612 NEB dengan MO. Mereka sebenarnya sedang nongkrong bersama teman-temannya.
Keduanya kemudian memutuskan pergi sejenak kembali ke rumah bermaksud mengambil kaus. Di tengah perjalanan, mereka dihentikan seorang pria yang melambaikan tangan di bahu jalan.
Pria tersebut bertanya sebuah alamat. Korban KL berupaya menjelaskan lokasi jalan yang ditanyakan oleh pria yang tak dikenalinya itu.
Lantaran tak kunjung memahami petunjuk yang telah disampaikan oleh KL, pelaku kemudian meminta bantuan untuk diantar ke lokasi jalan yang dimaksud.
Tanpa menaruh curiga, KL menuruti permintaan pelaku. Lalu KL dibonceng tiga menggunakan motor pelaku. Sementara MO membawa motor Beat itu mengikuti dari belakang.
"Saat dibonceng bertiga. Ditengah jalan langsung disergap pelaku pelaku lain," tambahnya.
MO dipaksa turun. Sedangkan KL tetap di atas motor pelaku. Motor korban dikuasai oleh dua orang pelaku, sedangkan KL kemudian diajak ke suatu tempat yang tak dijelaskan oleh pelaku.
Baca juga: Baktiono Kritik Sistem Desil Bansos, Usulkan UMK Jadi Acuan
"Jadi yang punya motor dibonceng sama dua pelaku terus diturunin. Temen korban yang bawa motor korban sama empat pelaku diancam dan kunci motor korban diminta paksa, sampai dipukulin," imbuhnya.
Ternyata, kedua korban dibawa ke dua lokasi berbeda hanya untuk diturunkan atau ditelantarkan. Namun, yang paling apes adalah KL, yang berusaha untuk mempertahankan motor pribadinya.
Menurut Galih, temannya itu sampai dipukuli oleh para pelaku. Bahkan, saat motor mulai digeber kencang untuk dibawa kabur pelaku, korban sempat menarik jaket salah satu pelaku hingga ikut terseret sejauh dua meter.
"Dibuangnya sama-sama di MERR, cuma bedanya pemilik motor (KL) dibuang dekat tambal ban dan teman korban (MO) dibuang deket Warkop Pahlawan," ungkapnya.
Dalam aksinya, pelaku menggunakan motor Honda PCX, Hinda Vario Led New, dan Honda CB 150 R sebagai sarana. Para pelaku berpostur sedang, dan ada yang cukup gempal berisi.
Baca juga: Kawi Lounge Sheraton Surabaya Manjakan Pecinta Cocktail Premium Eksklusif Malam
"Rata-rata pakai jaket bomber biru dongker kehitaman sama hoodie hitam," paparnya.
Dalam beraksi, para pelaku tidak berbekal senjata dalam, mereka melakukan pemukulan menggunakan tangan kosong dan mengancam akan membunuh para korban.
"Pelaku tidak membawa senjata, cuma melakukan pengancaman dan pemukulan saja. Sudah lapor ke Polsek Gunung Anyar," lanjutnya.
Kapolsek Gunung Anyar, Iptu Irwansyah Putra mengaku sudah menerima laporan peristiwa tersebut. Kini pihaknya sedang melakukan penyelidikan, dimulai dengan memeriksa para saksi dan melakukan olah TKP.
"Yang dibawa sepeda motor. (Dugaan kasus) penipuan dan penggelapan. Betul masih cek CCTV yang ada di lokasi," pungkasnya.
Editor : Narendra Bakrie
