Kades Gebangsari, Kecamatan Jetirejo Sunyoto memilih daftarkan diri ke DPC PKB Kabupaten Mojokerto. Foto : (nana/mili.id)
Mojokerto - Suhu politik di Kabupaten Mojokerto semakin ramai, bahkan sejumlah kepala desa (kades) ikut serta bermunculan untuk mendaftarkan diri sebagai bakal calon wakil bupati di Bumi Majapahit ini.
Jika sebelumnya ada kades Cinandang Agus Siswahyudi, kini giliran Kades Gebangsari, Kecamatan Jetirejo Sunyoto memilih mendaftarkan diri ke DPC PKB Kabupaten Mojokerto, di Desa Kenanten, Kecamatan Puri, Kamis (23/5/2024).
Baca juga: Baru Bebas Tiga Bulan, Residivis Curanmor Kembali Beraksi di Empat Lokasi
Lurah nyetrik ini bahkan datang dengan diarak puluhan kades dan relawan dari perwakilan setiap kecamatan di Kabupaten Mojokerto, dengan mengenakan kaus hitam bertuliskan 'Sedulur Nyoto'.
Kehadirannya juga diiringi lantunan salawat. Nampak pula sejumlah tulisan mewarnai pendaftaran dalam penjaringan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah, 'Wes wayae kepala desa seng mewakili, dari desa Mojokerto hebat'.
Nyoto sapaan akrab Sunyoto ini menegaskan jika telah memantabkan diri mendaftar sebagai calon wakil bupati di PKB karena berbagai faktor. Mulai menjadi partai pemenang yang memiliki golden tiket, juga dianggapnya mempunyai satu visi misi.
Baca juga: Tergiur Ritual Penggandaan Uang, Warga Kehilangan Rp22 Juta di Mojokerto
"Kami punya niatan yang tulus untuk berikrar mengabdi di Kabupaten Mojokerto. Jika saat ini melayani masyarakat dilingkup desa, kami ke depan ingin melayani masyarakat yang lebih luas untuk menjadikan Mojokerto hebat. Wis wayahe," bebernya.
Sementara, Ketua DPC Kabupaten Mojokerto Ayni Zuroh menyebutkan, Nyoto ini menjadi salah satu tokoh yang mendaftar calon wakil kepala daerah melalui PKB.
"Secara online pendaftaran sudah kita terima dan saat ini peyerahan formulirnya secara offline, setelah kita periksa persyaratannya juga lengkap dan kita terima," ucap Ning Ayni.
Baca juga: Pemkot Mojokerto Gandeng 30 Penyedia Makan Minum, Harga Nasi Kotak Ditetapkan Lewat Kontrak Payung
Ayni menambahkan, semua calon memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan peluang rekomendasi partai. Namun, kepastian tetap menjadi kewenangan DPP.
"Prinsipnya semua pendaftar memiliki peluang yang sama. Nanti semuanya akan diuji oleh DPP untuk menentukan siapa sosok yang dipilih. Tentunya dengan berbagai pertimbangan," pungkasnya.
Editor : Aris S
