Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati di Pendapa Desa Randegan pada Rabu (1/5/2024) - (Foto: Dok. Kominfo Kabupaten Mojokerto)
Mojokerto - 14 orang dari 180 balita mengalami gizi buruk di Desa Randegan, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto.
Hal itu disampaikan Kepala Desa Randegan Gatot Dwitanto saat program Selasa Sehat Turunkan Stunting, AKB, dan AKI (SEHATI) dan Selasa Sehat Jaga Lansia Mandiri (SEJOLI) digelar. Di mana terdapat 180 balita di desa, dan 14 di antaranya mengalami kurang gizi.
"Selain itu terdapat enam ibu hamil dan satu di antaranya mengalami resiko tinggi (risti), dan terdapat 360 lansia yang ada di Desa Randegan," ujar Gatot.
Sementara Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati menjelaskan bahwa terdapat dua penyebab terjadinya stunting pada balita. Yakni kekurangan gizi kronis serta infeksi yang berulang.
"Stunting itu harus dicegah mulai dari remaja, khususnya mendekati pernikahan atau calon pengantin (catin). Supaya calon pengantin ini nanti hamil tidak stunting anaknya, maka tidak boleh kurang gizi," ujar Ikfina di Pendapa Desa Randegan, Rabu (1/5/2024).
Ikfina berpesan untuk calon pengantin dan para ibu hamil diharapkan dapat menjaga asupan gizinya. Agar nantinya bayi yang dilahirkan tidak mengalami stunting.
Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati di Pendapa Desa Randegan pada Rabu (1/5/2024)
Baca juga: Baru Bebas Tiga Bulan, Residivis Curanmor Kembali Beraksi di Empat Lokasi
"Tandanya lingkar lengannya catin dan ibu hamil tidak boleh kurang dari 23,5 cm. Kalau kurang dari 23,5 namanya kurang gizi," beber Ikfina.
Selain itu, bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto ini menyampaikan, setelah bayi lahir para ibu agar memberikan ASI eksklusif hingga 6 bulan, sebagai pencegahan bayi tidak terjadi stunting.
"Pada saat sudah melahirkan, anak juga harus mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan, jadi tidak boleh dicampuri makanan maupun minuman apapun. Kemudian diberi makanan pendamping ASI, jadi ASI diberikan dan diberi makanan pendamping ASI sampai umur 2 tahun," jelas dia.
Ikfina juga mengingatkan bahwa terdapat kandungan yang harus ada dalam memberikan makanan pendamping (MP) ASI yaitu protein agar bayi tidak stunting.
Baca juga: Tergiur Ritual Penggandaan Uang, Warga Kehilangan Rp22 Juta di Mojokerto
"Ada jenis makanan yang harus ada di MP ASI agar anaknya tidak stunting, jadi bisa diberikan makanan yang banyak mengandung protein seperti ayam dan ikan. Jadi paling gak dua itu harus ada untuk MP ASI," tambah dia.
Diakhir arahannya, Ikfina berharap agar para lansia selalu menjaga kesehatannya serta balita di Randegan tidak mengalami stunting.
"Saya minta tolong lansia jaga kesehatan, tensinya tidak boleh tinggi, asam urat dan kolesterol juga, nanti bisa dicek kesehatannya. Mudah-mudahan semuanya sehat, tidak ada yang stunting tidak ada juga lansia yang sakit," pungkasnya.
Editor : Narendra Bakrie
