Kapolres Mojokerto, AKBP Ihram Kustarto meninjau dampak longsor tebing Sungai Raharjo Tirto (Foto: Nana/mili.id)
Mojokerto - Tenaga ahli diminta didatangkan untuk mengatasi longsor tebing Sungai Raharjo Tirto di Dusun/Desa Ngembat, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto.
"Selanjutnya tidak banyak yang kami perbuat, selain mendorong Pemerintah Kabupaten Mojokerto untuk berbuat," jelas Kapolres Mojokerto, AKBP Ihram Kustarto usai meninjau lokasi, Rabu (24/4/2024).
Baca juga: CKG Kota Mojokerto Capai 71,5 Persen, Pemkot Kejar Cakupan 100 Persen pada Oktober
Baca juga: Tebing Sungai Raharjo Tirto Mojokerto Longsor, 7 Rumah Warga Terancam Amblas
"Dan alhamdulilah, Bupati (Ikfina Fahmawati) menindaklanjuti dengan rapat bersama stakeholder terkait, perangkat di bawah koordinasi wewenangnya tentang bencana alam ini," tambahnya.
Alumni Akpol Tahun 2005 ini kembali menegaskan, agar upaya nyata penanganan longsor tebing yang kian mengkhawatirkan bisa segera dilakukan. Hal itu bisa dimulai dengan mendatangkan tenaga ahli di bidang bencana alam longsor agar tak ada korban jiwa.
"Artinya sangat dibutuhkan peran pemerintahan daerah untuk bagaimana mencari solusi melalui rapat bersama-sama pada lembaga terkait dan stakeholder terkait dengan keilmuannya untuk memberi solusi," beber Ihram.
"Para ilmuwan-ilmuwan dihadirkan memberikan solusi, biar bisa memberikan strength komite yang kuat. Biar selanjutnya di pos anggaran mana hal tersebut yang dapat eksekusi, tidak lain tidak bukan untuk yang terdampak," imbuhnya.
Baca juga: BPBD Mojokerto Mulai Distribusi Air Bersih ke Tiga Desa Terdampak Kemarau, Layani 2.776 KK
Saat ini, Polres Mojokerto berkoordinasi dengan BPBD setempat untuk menyediakan tenda sebagai tempat relokasi sementara jika cuaca di lokasi berpotensi menimbulkan longsor.
Bahkan, salah satu warga sekitar menyediakan satu unit rumah yang lengkap dengan MCK untuk ditinggali warga yang terdampak sementara waktu.
"Karena kondisi saat ini masih mengkhawatirkan. Dan saya juga berterimakasih kepada warga, Bu Rofiah yang ikhlas rumahnya digunakan sementara untuk para korban terdampak yang sangat layak," ungkap Ihram.
Sementara Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim mengamini pembangunan tenda untuk relokasi sementara warga terdampak longsor Tebing Raharjo Tirto hingga batas waktu yang tidak bisa ditentukan.
Baca juga: Warga Kunjorowesi Bertahan dengan Mandi Sekali Sehari, Air Bersih Diprioritaskan untuk Memasak
"Saat ini kami sediakan tenda relokasi sementara untuk 8 KK. Kami harap warga di sekitar tempat berbahaya ini, untuk dihimbau menempati tenda, balai dusun, atau rumah yang sudah disediakan," ulas Khakim.
Menurut Khakim, BPBD Kabupaten Mojokerto bersama pemda sudah berkoordinasi dengan PUPR untuk mendorong pembangunan tanggul di Tebing Raharjo Tirto ke BBWS.
"Pemda saat ini sudah berkoordinasi untuk mendorong pembuatan tanggul bersama BBWS di sungai ini," pungkasnya.
Editor : Narendra Bakrie
