Gempa Bawean: Puskris Kesehatan Sebut Semua Korban Telah Tertangani

Gempa Bawean: Puskris Kesehatan Sebut Semua Korban Telah Tertangani © mili.id

Korban terdampak gempa saat dievakuasi. (foto: Puskris for mili.id)

mili.id - Pusat Krisis (Puskris) Nasional mencatat terdapat empat orang korban gempa di Kabupaten Gresik, Jawa Timur berkondisi parah yang memerlukan perawatan intensif di rumah sakit, sementara tiga orang lainnya cukup dengan rawat jalan.

"Para korban langsung dirawat di RSUD Umar Mas'ud. Ada yang sobek bagian kepala, luka terbuka di bagian kaki dah patah telapak kakinya. Kami juga mengidentifikasi fasilitas kesehatan yang terdampak dan mengirim tenaga pendamping manajemen krisis kesehatan. Perlu koordinasi lintas sektor terkait dampak yang timbul pasca gempa ini," terang Sumarjaya, Kepala Pusat Krisis Kesehatan, Kementerian Kesehatan dalam keterangannya, Sabtu (23/3/2024).

Baca juga: Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Sumur Banten, Warga Panik Berhamburan Keluar Rumah

Sumarjaya menjelaskan, gempa dengan kedalaman 10 km di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik terjadi sebanyak tiga kali dengan skala 6.0M, 5.3M, dan 6,5M. Guncangan terkuat dirasakan di Kota Kediri, diikuti Kabupaten Pacitan, Bangkalan, Pamekasan, Sampang, Sumenep, Ngawi, Probolinggo, Trenggalek, Batu, Sleman, Temanggung, Kota Solo dan Kota Yogyakarta.

Gerak cepat ini dilakukan Puskris Kesehatan dengan mengkoordinasikan pelayanan kesehatan korban dan memantau dampak kejadian bencana.

Di lapangan, Dinkes Kabupaten Gresik terus berkoordinasi dengan tenaga kesehatan di Pulau Bawean termasuk soal pengiriman tenda yang belum dapat dilakukan karena belum ada kapal angkut dan tim khusus untuk pendirian tenda. Sementara ini para pasien terdampak terpaksa dirawat di selasar Gedung RSUD Umar Mas'ud.

"Evakuasi medis terhadap pasien di RSUD terdampak terus dilakukan, juga memantau perkembangan pasca gempa. Kami juga melakukan edukasi dan imbauan agar masyarakat tetap waspada," katanya.

Baca juga: Gempa M6,7 Guncang Sulawesi Tengah, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

Sumarjaya menyebut saat ini kelompok rentan yang terdata adalah 427 bayi, 1.647 balita, 468 ibu hamil dan 3.446 lanjut usia. Sementara para pengungsi di Klinik Al Manar dan Teluk Jatidawang tercatat 60 orang.

Untuk bergerak di lapangan, telah siaga lima orang dokter spesialis, 10 dokter umum, empat dokter gigi dan tujuh dokter internship.

Tercatat pula populasi terdapak di Kecamatan Sangkapura sebanyak 15.804 orang dan Kecamatan Tambak 13.263 orang. Sebanyak 6 rumah sakit rusak ringan dan satu rumah sakit rusak sedang.

Baca juga: Gempa M 6,7 Guncang Palu, Pasien dan Pengunjung RS Samaritan Dievakuasi ke Area Terbuka

"Di RSUD dr Soetomo Surabaya, seluruh pasien sudah kembali ke dalam IGD, dan petugas tetap siaga termasuk untuk antisipasi korban atau pasien rujukan dari rumah sakit lain," tandas dia.

Sementara di RS Husada Utama, para pasien mulai kembali ke ruangan. Sedangkan di RS Unair masih diadakan proses pemilahan pasien yang memerlukan rujukan.

Editor : Aris S



Berita Terkait