Gempa Tuban Dirasakan di Surabaya: Lampu-Pigora Bergoyang, Karyawan Dievakuasi

Gempa Tuban Dirasakan di Surabaya: Lampu-Pigora Bergoyang, Karyawan Dievakuasi © mili.id

Karyawan salah satu gedung perkantoran di Jalan Mayjend Jonosewojo Surabaya menyelamatkan diri saat merasakan getaran gempa (Foto: Ist)

Surabaya - Gempa Tuban dengan magnitudo 6,0 dirasakan cukup kuat hingga Surabaya dan Sidoarjo, Jumat (22/3/2024).

Gampa dengan kedalaman 10 kilometer di timur laut Perairan Tuban itu membuat lampu hingga pigora di rumah warga dan gedung tinggi di Surabaya bergoyang.

Baca juga: Baktiono Kritik Sistem Desil Bansos, Usulkan UMK Jadi Acuan

Salah satu karyawan perkantoran di Jalan Jalan Mayjend Jonosewojo, Dukuh Pakis, Surabaya, Edwin Fauqon Nuurin mengatakan, saat gempa berlangsung dirinya berada di lantai 8 gedung tersebut.

"Sekitar jam 12.30 WIB itu terasa cukup kencang (guncangannya). Lampu itu sampe goyang-goyang," ungkap Edwin.

Kemudian, pihak gedung mengevakuasi seluruh karyawan untuk segera keluar dari bangunan tersebut.

Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya dampak buruk yang ditimbulkan dari gempa tersebut.

"Kalau karyawan ada banyak Mas. Ratusan karyawan kalau gak salah. Soalnya kan di Spazio Tower itu ada banyak kantor juga," tambah dia.

Baca juga: Kawi Lounge Sheraton Surabaya Manjakan Pecinta Cocktail Premium Eksklusif Malam

Setelah karyawab dievakuasi, tak berselang lama azan Salat Jumat berkumandang. Dia bersama sejumlah karyawan lain bergegas melaksanakan kewajibannya. Usai menunaikan salat, mereka masih belum diperbolehkan naik ke ruangannya.

"Tapi pas habis selesai Salat Jumat, ada gempa lagi tapi gak separah yang pertama. Terus sampai sekarang masih belum boleh naik ke ruangan, belum tahu sampai kapan," lanjutnya.

Sementara salah satu warga Sidoarjo, Zainul Fajar mengaku, saat gempa pertama dirinya berada di salah satu ruangan SMPN 1 Taman. Dia bersama sejumlah guru tengah mengikuti sebuah pertemuan.

Baca juga: Pengawasan Dipertanyakan, Dua Tiang Wifi Sumbat Saluran Wonokusumo Surabaya

"Itu pas ada acara kan, tiba-tiba salah satu guru bilang ada gempa. Awalnya saya gak paham tapi pas lihat pigora ternyata goyang-goyang," tuturnya.

Akhirnya, para guru dan sebagian murid pun memutuskan langsung keluar dari ruangan masing-masing. Mereka berusaha menyelamatkan diri dengan berkumpul di halaman sekolah.

"Sebagian murid yang ikut pondok Ramadan ada yang masih di kelas, ada yang ke lapangan. Tapi memang lumayan kenceng gempanya," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait