Gegara Truk Trouble, Petugas Damkar Jember Terlambat Tangani Kebakaran

Gegara Truk Trouble, Petugas Damkar Jember Terlambat Tangani Kebakaran © mili.id

Kebakaran di tempat praktik dokter gigi di Jember (Foto: Hatta/mili.id)

Jember - Kebakaran terjadi di tempat praktik dokter gigi 'BUDHI' di Jalan S. Parman 45 Jember, sekitar pukul 12.30 WIB, Senin (12/4/2024).

Kebakaran terjadi di satu satu kamar atau ruangan praktik dokter berukuran sekitar 3x3 meter.

Baca juga: Kebakaran Hebat di Pasar Jiung Kemayoran, Enam Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

Farida Sulusiani, kakak pemilik tempat praktik dokter gigi tersebut mengaku kecewa dengan terlambatnya Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kabupaten Jember.

Menurut Farida, karena Petugas Damkar datang terlambat, proses pemadaman dibantu warga sekitar.

"Tadi kebakaran setelah dhuhur, api tadi ada di ruangan belakang. Besar apinya. Alhamdulillah tadi dibantu warga dapat dipadamkan apinya," ungkap Farida di lokasi.

Saat melakukan pemadaman dengan alat seadanya, ada warga yang menghubungi Petugas Damkar.

"Tapi ya gitu datangnya terlambat. Api sudah padam baru datang. Katanya sih truk pemadamnya mogok atau kenapa gitu. Nah harusnya kan tidak seperti itu," ungkap dia.

Baca juga: Kebakaran Auditorium Binus Anggrek, Petugas Sempat Tembus Asap Tebal

"Untung kebakaran ini tidak besar, warga memadamkan api sendiri. Kalau besar bagaimana, bahkan sampai jatuh korban. Saya harap Damkar Jember harus lebih baik," sambung Farida.

Sementara Wakil Danru Damkar Mako A Pemkab Jember, Bambang Mulyono mengatakan, saat mendapat laporan ada kebakaran, pihaknya langsung meluncur ke lokasi. Namun dalam perjalanan, truk damkar mengalami trouble.

"Sehingga tadi berangkat lagi truk damkar yang lain untuk membantu. Sempat tadi mau kita tarik juga truk yang trouble itu, tapi mempertimbangkan kejadian kebakaran. Kita langsung ke lokasi kejadian. Truk damkar satunya kita tinggal di jalan," papar Bambang.

Trouble pada truk damkar menyebabkan petugas terlambat sampai di lokasi kebakaran.

Baca juga: Drone Picu Kebakaran Dekat PLTN Barakah Abu Dhabi

"Akhirnya kita hanya melakukan pendinginan. Untuk truk yang sampai di lokasi sebenarnya juga ada masalah. Alat pompa air juga rusak, sehingga untuk menyemprot juga tidak bisa maksimal. Kami terpaksa menggunakan alkon (alat bantu pompa air), tapi ya semprotan airnya kurang maksimal," ungkapnya.

Terkait protes warga yang disampaikan Farida, Bambang membenarkan.

"Benar, memang ada sedikit protes dari warga. Tapi kami tadi masih melakukan proses pendinginan. Kendaraan (truk damkar) memang harus ready, baik dari perlengkapan, pompa maupun mesin harus siap semua. Karena bagaimana pun, jika ada kebakaran harus segera dipadamkan," ujar Bambang.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait