Perayaan Imlek 2575, Umat Tri Dharma Situbondo Bersihkan Kelenteng Poo Tong Bio

Perayaan Imlek 2575, Umat Tri Dharma Situbondo Bersihkan Kelenteng Poo Tong Bio © mili.id

Umat tri dharma Kelenteng Poo Tong Bio membersihkan patung.(Fatur Bari/mili.id)

Situbondo - Menjelang perayaan tahun Imlek 2575, umat tri dharma Kelenteng Poo Tong Bio Besuki, Situbondo, mulai melakukan tradisi kimzin, yakni memandikan patung dewa-dewi, dan wadah abu sembahyang, dengan menggunakan air kembang.

Menariknya, tradisi sakral tersebut tidak hanya dilakukan umat Konghucu, melainkan juga dibantu warga sekitar Kelenteng Poo Tong Bio Desa/Kecamatan Besuki, Situbondo.

Baca juga: Festival Cian Cui Meriahkan Imlek 2026, Simbol Harmoni Budaya dan Kepedulian Lingkungan di Kepulauan Meranti

Pantauan Mili.Id di lapangan, umat tri dharma Kelenteng Poo Tong Bio terlihat hati-hati memandikan patung dewa dan dewi, dengan menggunakan air mawar yang sudah disucikan. Bahkan, memandikan menggunakan air mawar itu, merupakan tradisi yang dilakukan turun temurun.

Umat tri dharma Kelenteng Poo Tong Bio membersihkan patung.(Fatur Bari/mili.id)Umat tri dharma Kelenteng Poo Tong Bio membersihkan patung.(Fatur Bari/mili.id)

Sedangkan patung dewa dewi yang terbuat dari kayu tidak dimandikan, melainkan hanya dibersihkan dengan menggunakan kupas, agar patung dewa-dewi yang terbuat dari kayu tersebut tidak mudah rusak.

Gunarto Setiawan, salah seorang pengurus kelenteng Poo Tong Bio mengatakan, tidak hanya jemaat yang memandikan patung dewa-dewi, namun warga sekitar klenteng ikut melakukan tradisi setiap tahun, yakni memandikan patung dewa-dewi menggunakan air mawar.

Baca juga: Icha Yang Ajak Warga Jakarta Bernyanyi Bersama di Harmoni Imlek Nusantara

"Yang dimandikan pertama menggunakan air bunga mawar adalah patung berbahan keramik, lantas disiram air bunga mawar. Setelah dikeringkan menggunakan handuk lalu diletakan di tempat awal,"kata Gunarto, Kamis (8/2/2024).

Lebih jauh Gunarto menjelaskan, jika sejumlah patung yang terbuat dari kayu itu, cukup dibersihkan menggunakan kuas agar tidak mudah rusak.

"Patung yang terbuat dari kayu ini kan sudah ratusan tahun usianya. Makanya menggunakan kuas agar tak rusak. Selain itu, baju yang dikenakan juga diganti," imbuhnya.

Baca juga: Long Weekend Jelang Imlek 2026, Tiket Kereta Diburu untuk Silaturahmi Sebelum Ramadan

Gunarto menjelaskan, jika pembersihan kelenteng biasanya dilakukan secara bertahap hingga tiga hari menjelang perayaan Imlek.

"Sedangkan puncak pembersihan nanti hari Jumat (9/2/2024). Mulai dari pembersihan patung dewa-dewi, mengganti baju serta aksesori, hingga mengepel lantai kelenteng dengan air bunga," pungkasnya.

 

Editor : Aris S



Berita Terkait