Sisiwanto ketika berjualan di car free day di Jalan Raya Darmo. (Foto: Bejo/mili.id)
Surabaya - Hari Minggu pagi tidak menyurutkan Siswanto, penjual es cibok di kawasan Raya Darmo untuk berjualan sambil beramal untuk anak yatim dan piatu.
Es cibok yang terbuat dari aneka buah ini dijual dari harga Rp 1.000 hingga Rp 2.000.
Baca juga: DPRD Surabaya Sentil SiLPA Fantastis, Mengapa Pemkot Masih Berutang?
Selain jualan di car free day di Jalan Raya Darmo, Siswanto juga berjualan keliling dari kampung ke kampung, dan setiap harinya dirinya membawa es hasil buatannya sebanyak 4.000 biji.
"Saya sudah berjualan es ini sudah 13 tahun, dan jualan es cibuk ini tiap hari saya keliling ke kampung - kampung berangkat dari pagi hingga malam hari. Bahkan saya tidak pulang tidur di pos kamling bahkan kadang diteras rumah orang," ujar Siswanto.
Siswanto mengatakan, selain jualan es cibuk, dirinya juga mempunyai program khusus yakni es Cibuk Gratis Untuk Anak Yatim dan Piatu.
Baca juga: Camat Semampir Gerak Cepat Atasi Jalan Licin Wonokusumo
"Saya tidak hanya jualan saja, saya juga membantu anak yatim dan piatu, sebab saya yakin ada doa terbaik dari anak yatim-piatu, bahkan saya tidak merasa rugi jika membantu anak yatim-piatu, Alhamdulillah ada saja rezeki yang saya dapatkan," ungkapnya.
Selain itu, Siswanto juga mengaku, sebelumnya kehidupannya hancur dan dijauhkan dari anaknya, dan itu tidak membuatnya menjadi putus asa untuk menghidupi dirinya dan keluarganya.
Baca juga: Saluran Mampet, Ibu Bersama Dua Anak Tersungkur di Wonokusumo
"Rumah tangga saya sempat hancur dan saya dijauhkan dari anak kandung saya, dari situ saya tidak mau putus asa dan bangkit untuk terus berjualan dan membantu anak yatim-piatu," paparnya.
Siswanto berharap dirinya bisa menjadi inspirasi untuk semua orang dan terus berbuat baik untuk membantu anak yatim-piatu. " Saya berharap kedepannya terus bisa membantu orang lain dengan cara saya sendiri dengan berjualan es cibuk ini" harap Siswanto.
Editor : Aris S
