Temu Alumni Program Prakerja di Jember yang diinisiasi Kemenko Bidang Perekonomian RI (Foto: Hatta/mili.id)
Jember - Peserta Program Prakerja di Jember menduduki peringkat satu di Jawa Timur dan 11 tingkat nasional.
Hal itu terungkap dalam kegiatan pertemuan 51 alumni Program Prakerja yang diinisiasi Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian RI di Aula Aston Hotel Jember, Sabtu (3/2/2024).
Baca juga: Partisipasi Peserta dari 16 Kota di Jawa dan Bali di Event Tahunan Aston Jember
Direktur Pemantauan dan Evaluasi Pelaksana Program Pra Kerja Kemenko Bidang Perekonomian RI, Cahyo Prihadi menyebut bahwa tingkat perhatian dan keinginan dari masyarakat Jember untuk menjadi peserta Program Prakerja cukup tinggi.
Sehingga ada kesadaran dari masyarakat untuk memiliki keinginan dan kelebihal skill dalam mengasah potensinya di bidang usaha.
"Jumlah penerima program kartu Prakerja di Jember sebanyak 166 ribu lebih, terhitung sejak 2020 hingga 2023. Bahkan jumlahnya tertinggi nomor satu di Jawa Timur. Jember juga nomor 11 dari 514 kabupaten/kota di Indonesia," beber Cahyo di sela kegiatan.
Temu Alumni Program Prakerja di Jember yang diinisiasi Kemenko Bidang Perekonomian RI
Menurut Cahyo, selama periode itu, total pendaftar di Jember mencapai 401.179 orang. Namun yang berhasil lolos seleksi 166.704 orang.
"Ini adalah potensi besar. Karena alumni kartu Prakerja sudah memiliki pelatihan dan terampil. Nantinya, mereka bisa menukarkan (meneruskan) keterampilannya untuk membantu UMKM yang ada di Jember," terang dia.
Baca juga: Ketua MAKI Jatim Apresiasi Pemenang Kompetisi Fun Run 5K di Jember
Seperti halnya yang dilakukan saat ini, di mana lewat kegiatan Kumpul Jasa, para Alumni Program Prakerja bisa membantu UMKM.
Soal banyaknya peserta dari Program Prakerja, terlebih di Pulau Jawa, Cahyo menilai hal itu positif sebagai potensi masyarakat yang melek teknologi dan informasi.
"Karena Program Prakerja ini dari ujung ke ujung (timur-barat Indonesia), sehingga wajar mereka yang di Jawa lebih cepat mengakses informasi untuk mendaftar. Karena skill diperlukan oleh setiap pencari kerja, dan rata-rata mereka yang daftar sudah termotivasi menyiapkan diri dalam daya saing dunia usaha," papar dia.
Cahyo menambahkan, pada Tahun 2020 sampai 2022 lalu, lewat Program Prakerja, menjadi bagian dari penyaluran bantuan sosial Pandemi Covid-19.
Baca juga: Antusias Warga Jember Ikuti Kompetisi Fun Run Gratis, Gebrakan MAKI Jatim
"Sehingga dari beasiswa (pelatihan) yang saat itu diberikan Rp1 juta. Juga ada tambahan bantuan sosial Rp600 ribu yang diberikan empat bulan. Tujuannya juga untuk mendukung daya beli masyarakat saat Pandemi Covid kemarin," ungkapnya.
Kemudian pada Tahun 2023, masa endemi pasca Covid yang diharapkan terus berjalan baik, untuk Program Prakerja akan dioptimalisasi dan lebih ditingkatkan.
"Untuk mendukung belajar keterampilan dengan diperbesar beasiswa pelatihannya menjadi Rp3,5 juta. Untuk intensif mereka akan memperoleh sebesar Rp600 ribu, sebagai pengganti paket data dan biaya transportasi untuk kelas luring. Kalau kemarin kan hanya daring saja," pungkas Cahyo.
Editor : Narendra Bakrie
