Anggota Polsek Banyuputih memberikan pembinaan kepada tiga siswa yang didampingi orang tuanya.
Situbondo - Tiga siswa di salah satu SMA di Kabupaten Situbondo tertangkap tangan usai melempar bus PO Wisata, yang sedang melintas di Jalur Pantura Situbondo, tepatnya di Jalan Raya Desa Sumberejo, Kecamatan Banyuputih, Situbondo.
Saat ini, video penangkapan tiga pelajar pelaku pelemparan bus PO Wisata viral di media sosial (Medsos) TikTok. Bahkan, dalam video tersebut tiga pelaku menangis, saat dimintai tanggung jawabnya, karena akibat dilempar batu kaca samping bus PO Wisata pecah.
Baca juga: Polda Jateng dan BPOM Bongkar Sindikat Pabrik Obat Terlarang Jenis Ini
Namun, karena dihawatirkan tiga pelajar tersebut akan menjadi sasaran amukan puluhan massa di lokasi kejadian. Selanjutnya, crew bus PO Wisata langsung membawa para terduga pelaku ke Mapolsek Banyuputih, yakni FR (17), AL (15), dan HR (18).
Kapolsek Banyuputih, Situbondo AKP Sulaiman membenarkan, jika aksi pelemparan batu ke bus yang sedang melintas terjadi di wilayahnya. Namun karena tiga terduga pelaku masih dibawa umur, sehingga pihaknya berusaha untuk menyelasaikan secara kekeluargaan.
Baca juga: Kapolres Situbondo dan Kasat Polairud Raih Penghargaan Africa Van Java Awards 2026
"Karena tiga terduga statusnya pelajar, sehingga saya langsung memanggil orang tuanya, untuk bertanggung jawab dengan cara mengganti kaca bus yang pecah," ujar AKP Sulaiman, Kapolsek Banyuputih, Situbondo, Sabtu (27/1/2024).
AKP Sulaiman menjelaskan, jika tiga pelajar melempar bus yang melintas di jalur pantura Situbondo ini karena ingin balas dendam dengan sopir bus. Sebab beberapa hari yang lalu, mereka mengaku diserempet oleh bus hingga terjatuh.
“Ditanya apakah bus yang dilempari itu adalah bus yang menyempet, mereka bilangnya tidak tahu. Itu dilempari yang penting gara-gara bus,” ujar Sulaiman.
Baca juga: Tuban Alami Penurunan Tanah Ekstrem, Alarm Bahaya Pantura Kian Nyata
Lebih jauh AKP Sulaiman menegaskan, setelah kasus pelemparan bus itu, diselesaikan secara kekeluargaan. Pihaknya langsung melakukan pembinaan kepada tiga anak tersebut dan kepada orang tuanya.
“Sebelum kejadian, anggota sudah inten melakukan patroli. Biasanya dari pukul 19. 00 hingga pukul 20.00 WIB. Tapi, kejadian pelemparan batu terjadi di luar dugaan," pungkasnya.
Editor : Aris S
