Penumpukan penonton berebut naik shuttle bus usai mendukung Timnas Indonesia U-17 di Stadion GBT Surabaya (Foto: Rama Indra/mili.id)
Surabaya - Penonton Piala Dunia U-17 berebut naik shuttle bus untuk pulang dari Stadion GBT Surabaya, usai menyaksikan pembukaan Piala Dunia U-17 dan mendukung Timnas Indonesia melawan Ekuador, Jumat (10/11/23) malam.
Para penonton bahkan harus mengantre hingga larut malam untuk naik shuttle bus. Ada pula yang nekat berjalan hingga ke tempat parkir kendaraan, bahkan rumahnya.
Baca juga: Rayakan Kreativitas Kuliner, Sheraton Surabaya Hadirkan “Sweet Afternoon”
Puspita (27), seorang penonton asal Genteng, Surabaya mengeluh capek. Sebab dia harus berebut tumpangan dan kesal selalu diserobot penonton lain.
Dia mengatakan, seharusnya ada petugas shuttle bus yang membantu menertibkan naik dan masuknya penonton ke bus, usai keluar bersamaan dari GBT.
"Sudah dua jam loh ini begini terus (diserobot terus). Bingung jadinya kesal kenapa kok tidak ada petugas yang mengarahkan," ungkap Puspita di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Jumat (10/11/23).
Baca juga: Pemkot Surabaya Dampingi Atlet Menembak 15 Tahun Korban Dugaan Pelecehan Eks Pengurus Perbakin
Puspita juga menyampaikan bahwa tidak ada tanda yang spesifik di shuttle bus yang menunjukkan arah tujuan. Katanya, ia sudah mencari ke bus yang ke arah Balai Kota Surabaya, tetapi masih kerap salah.
"Harusnya ini dibuat jalur masing-masing. Jadi kita bisa tahu, mana bus yang ke Balai Kota atau titik lainnya. Kalau begini kan kasian para penonton yang bawa anak kecil kecil," jelasnya
Baca juga: Kristianto Dituntut 9 Bulan Kurungan Penjara, Setelah Tewaskan Tukang Soto
Senada dengan Puspita, Dini (31) yang tadinya berangkat dan hendak pulang ke Dharmahusada Surabaya itu mengatakan bahwa kondisi di dalam shuttle bus waktu pemulangan saling berdesakan atau penuh.
"Terlebih, bus mengangkut kepulangan para penonton ini juga tidak dibatasi maksimal mengangkut berapa orang. Jadi kita lihat pasti kondisi dalam bus saling berdesak - desakan," pungkas Dini.
Editor : Narendra Bakrie
