Pemain Amerika Serikat Folarin Balogun (20) merayakan gol bersama rekan-rekan setimnya dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Amerika Serikat vs Bosnia di Santa Clara, California, Rabu, 1 Juli 2026
Mili.id – Tak ada pesta meriah atau gemerlap kembang api yang mewarnai akhir pekan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat. Di tengah euforia nasional, skuad The Stars and Stripes justru memilih fokus mempersiapkan laga terbesar mereka di Piala Dunia 2026.
Amerika Serikat akan menghadapi Belgia pada babak 16 besar di Lumen Field, Seattle, Selasa (7/7/2026) pukul 07.00 WIB. Pertandingan ini menjadi ujian sesungguhnya bagi tuan rumah yang bertekad menciptakan sejarah dengan melangkah ke perempat final.
Di atas kertas, Belgia lebih diunggulkan. Tim berjuluk Setan Merah itu datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah mencetak delapan gol dalam dua pertandingan terakhir. Produktivitas tersebut menjadi sinyal bahaya bagi pertahanan Amerika Serikat.
Namun, skuad asuhan Mauricio Pochettino tak gentar. Bermain di hadapan pendukung sendiri menjadi suntikan motivasi besar untuk menumbangkan salah satu raksasa Eropa.
Kapten Amerika Serikat, Tim Ream, menegaskan bahwa pertandingan ini memiliki arti yang jauh lebih besar daripada sekadar perebutan tiket ke delapan besar.
"Ini terasa spesial karena berlangsung saat Piala Dunia dan lebih spesial lagi karena digelar di Amerika Serikat," ujar Ream.
Menurutnya, keberagaman yang dimiliki skuad Amerika Serikat mencerminkan identitas negaranya. Ia berharap perjuangan tim mampu menginspirasi jutaan masyarakat sekaligus membuka jalan menuju pencapaian bersejarah.
"Kami ingin terus melaju di turnamen ini, menginspirasi masyarakat, dan memenangi satu lagi pertandingan fase gugur Piala Dunia," tambahnya.
Meski pernah dua kali kalah dari Belgia—tersingkir pada Piala Dunia 2014 dan takluk 2-5 dalam laga persahabatan Maret lalu—Ream menilai catatan tersebut sudah tidak relevan.
Baca juga: Haaland Mengamuk! Norwegia Singkirkan Brasil 2-1, Tim Samba Tersingkir dari Piala Dunia 2026
"Kami adalah dua tim yang sangat berbeda dibandingkan pada Maret. Ini adalah pertandingan yang benar-benar berbeda," tegasnya.
Amerika Serikat memang harus kehilangan striker Folarin Balogun yang menjalani hukuman kartu merah. Posisinya diperkirakan akan diisi Ricardo Pepi, penyerang muda yang dinilai siap memanfaatkan kesempatan emas tersebut.
Bek Sergino Dest optimistis Pepi mampu memberikan kontribusi penting.
"Pepi adalah penyerang yang bagus. Penyelesaian akhirnya sangat baik dan dia nyaman bermain di Piala Dunia. Jika dia bermain, ini adalah kesempatan untuk memperlihatkan kemampuannya."
Meski Belgia tetap menyandang status favorit, Amerika Serikat yakin mereka memiliki peluang untuk membuat kejutan. Performa yang terus meningkat sepanjang turnamen membuat mereka percaya diri mampu bersaing dengan tim mana pun.
Baca juga: Prancis Lolos ke Perempat Final, Mbappe Kritik Taktik Negatif Paraguay
Laga di Seattle pun diprediksi berlangsung sengit. Belgia ingin menegaskan status sebagai salah satu kandidat juara, sementara Amerika Serikat membawa ambisi besar memanfaatkan keuntungan sebagai tuan rumah demi menulis sejarah baru di hadapan publik sendiri.
Satu tiket menuju perempat final dipertaruhkan. Kini, tinggal menunggu apakah pengalaman Belgia kembali berbicara, atau justru semangat tuan rumah yang akan menciptakan kejutan di panggung terbesar sepak bola dunia.
Sumber : FIFA
Editor : Erwin Muhammad
