Mili.id – Jumlah korban meninggal dunia akibat ledakan kamar mesin KMP Aceh Hebat 2 bertambah menjadi dua orang. Muhammad Bilal Ramzi mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan intensif akibat luka bakar di RSUD Zainoel Abidin (RSUDZA), Banda Aceh.
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Banda Aceh, Andri Setiawan, mengatakan Bilal meninggal dunia pada Kamis (25/6/2026) malam setelah beberapa hari menjalani perawatan medis.
Baca juga: Pangkormar Kirim 1.000 Pasang Sepatu untuk Anak-Anak Terdampak Banjir di Aceh Tamiang
"Atas nama manajemen dan seluruh insan ASDP, kami menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga almarhum. Kepergian almarhum merupakan duka yang mendalam bagi kami," ujar Andri, Jumat (26/6/2026).
Dengan bertambahnya korban meninggal, dari total 15 korban yang sempat dirawat intensif di RSUDZA, dua orang dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, 13 korban lainnya masih menjalani proses pemulihan.
Baca juga: Di Balik Lumpur Banjir Pidie Jaya, Semangat Belajar Anak-anak Tak Pernah Padam
ASDP memastikan akan terus memberikan pendampingan kepada para korban beserta keluarga. Perusahaan juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan seluruh kebutuhan penanganan medis dan dukungan bagi korban terpenuhi secara maksimal.
Selain fokus pada pemulihan korban, ASDP menegaskan tetap mendukung penuh proses investigasi yang dilakukan pihak berwenang. Hasil evaluasi nantinya akan menjadi dasar untuk memperkuat aspek keselamatan operasional serta meningkatkan kualitas pelayanan.
Baca juga: BNPB Salurkan Bantuan Logistik untuk Warga Huntara Aceh Tamiang
Sebelumnya, korban pertama yang meninggal dunia adalah Fahri Herdi Eko, yang wafat pada 21 Juni 2026 saat menjalani perawatan di rumah sakit. Insiden ledakan kamar mesin KMP Aceh Hebat 2 menyebabkan belasan orang mengalami luka bakar dan masih menjalani perawatan intensif.
Editor : Redaksi
