Manuel Ugarte dan Mohammed Abu Alshamat berebut bola dalam laga Piala Dunia 2026 Grup H antara Arab Saudi vs Uruguay di Miami Stadium, 16 Juni 2026 (c) AP Photo/Lynne Sladky
Mili.id-Arab Saudi kembali membuktikan bahwa sepak bola Asia semakin layak diperhitungkan di panggung dunia. Menghadapi raksasa Amerika Selatan, Uruguay, Green Falcons sukses mencuri satu poin setelah bermain imbang 1-1 pada laga pembuka Grup H Piala Dunia 2026 di Miami Stadium, Selasa (16/6/2026).
Hasil tersebut bukan sekadar menambah koleksi poin Arab Saudi, tetapi juga memperpanjang catatan impresif wakil Asia yang hingga kini belum tersentuh kekalahan di Piala Dunia 2026.
Baca juga: Lukaku Jadi Penyelamat Belgia, Mimpi Bersejarah Mesir Pupus dalam 22 Detik
Tim asuhan Georgios Donis bahkan sempat membuat Uruguay terkejut setelah bek tengah Abdulelah Al Amri mencetak gol pembuka menjelang turun minum. Namun, tekanan tanpa henti yang dilancarkan Uruguay akhirnya membuahkan hasil melalui gol penyeimbang Maxi Araujo pada babak kedua.
Meski gagal meraih kemenangan, Arab Saudi pulang dengan kepala tegak. Mereka berhasil meredam salah satu tim paling berpengalaman di dunia dan menjaga tren positif sepak bola Asia di awal turnamen.
Asia Bersinar, Amerika Selatan Terpuruk
Hasil imbang Arab Saudi melawan Uruguay melengkapi catatan luar biasa wakil AFC pada fase awal Piala Dunia 2026. Dari lima pertandingan yang telah dijalani, negara-negara Asia membukukan dua kemenangan dan tiga hasil imbang tanpa satu pun kekalahan. Catatan tersebut menjadi awal terbaik Asia sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia.
Sebaliknya, Amerika Selatan justru mengalami start yang mengecewakan. Hingga pertandingan ini berakhir, negara-negara anggota CONMEBOL belum mampu meraih satu kemenangan pun, dengan torehan dua hasil imbang dan dua kekalahan.
Lebih mengejutkan lagi, tidak ada satu pun tim Amerika Selatan yang sempat unggul dalam pertandingan mereka sejauh ini. Catatan tersebut menjadi awal terburuk bagi CONMEBOL sejak Piala Dunia 1974.
Uruguay Dominan, Arab Saudi Bertahan Heroik
Secara statistik, Uruguay tampil jauh lebih dominan. La Celeste menguasai 67 persen penguasaan bola, angka tertinggi yang pernah mereka catatkan dalam pertandingan Piala Dunia sejak data resmi mulai direkam pada 1966.
Tak hanya itu, Uruguay juga melepaskan 22 tembakan hanya pada babak kedua. Jumlah tersebut menyamai salah satu catatan serangan paling agresif dalam sejarah Piala Dunia dan menjadi yang terbanyak dalam satu babak bagi Uruguay sejak era modern.
Namun dominasi tersebut tak cukup untuk menghadirkan kemenangan. Disiplin lini pertahanan Arab Saudi yang dikomandoi Mohammed Al Owais berhasil mematahkan sebagian besar peluang berbahaya Uruguay.
Al Amri Akhiri Penantian Panjang
Baca juga: Iran Bangkit Dua Kali, Selandia Baru Gagal Pertahankan Keunggulan di Laga Sengit Grup G
Gol yang dicetak Abdulelah Al Amri juga memiliki cerita tersendiri.
Bek berusia 29 tahun itu akhirnya kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah melewati 42 pertandingan internasional tanpa gol. Sebelumnya, ia hanya pernah mencetak satu gol saat melakoni debut bersama Arab Saudi dalam laga persahabatan melawan Kuwait pada Maret 2021.
Gol tersebut menjadi bukti bahwa ancaman Arab Saudi tidak hanya datang dari lini depan, tetapi juga dari para pemain belakang mereka.
Maxi Araujo Terus Jadi Andalan Uruguay
Di kubu Uruguay, Maxi Araujo kembali menunjukkan perannya sebagai pemain kunci.
Gol penyeimbang yang dicetaknya membuat Araujo kini menjadi pemain Uruguay dengan kontribusi gol terbanyak dalam dua turnamen besar terakhir, yakni Copa America dan Piala Dunia. Ia telah mengoleksi empat keterlibatan gol, terdiri dari tiga gol dan satu assist.
Selain mencetak gol, Araujo juga menjadi motor serangan Uruguay lewat situasi bola mati dengan menciptakan lima peluang sepanjang pertandingan, sebuah rekor baru bagi pemain Uruguay di Piala Dunia sejak 1966.
Muslera Cetak Rekor Bersejarah
Pertandingan ini juga menjadi momen spesial bagi kiper veteran Uruguay, Fernando Muslera. Pada usia 39 tahun 364 hari, Muslera resmi menjadi pemain tertua yang pernah tampil untuk Uruguay di Piala Dunia. Ia juga menyamai rekor penampilan terbanyak Uruguay di turnamen tersebut dengan 17 laga, setara dengan legenda hidup mereka, Edinson Cavani.
Meski gagal membawa timnya meraih kemenangan, Muslera tetap mencatatkan namanya dalam sejarah sepak bola Uruguay.
Persaingan Grup H Makin Panas
Hasil imbang ini membuat persaingan Grup H semakin terbuka. Arab Saudi membuktikan mereka mampu bersaing dengan tim-tim besar dunia, sementara Uruguay masih harus mencari performa terbaiknya untuk menjaga peluang lolos ke fase gugur.
Bagi Asia, hasil ini menjadi pesan kuat kepada dunia bahwa era ketika wakil AFC hanya menjadi pelengkap turnamen tampaknya sudah mulai berakhir. Di Piala Dunia 2026, mereka datang untuk bersaing, mengejutkan, dan mungkin menulis sejarah baru.
Editor : Muhammad
