Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI) akan menggelar Kongres Nasional IV pada 19–21 Juni 2026 di Surabaya.
Mili.id – Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI) akan menggelar Kongres Nasional IV pada 19–21 Juni 2026 di Surabaya. Forum yang akan diikuti pelajar dari berbagai daerah di Indonesia itu menjadi ajang konsolidasi nasional untuk memperkuat semangat kebangsaan sekaligus merumuskan arah gerakan pelajar menghadapi tantangan era modern.
Dipilihnya Surabaya sebagai lokasi kongres dinilai memiliki nilai historis yang kuat. Kota Pahlawan dianggap menjadi simbol perjuangan bangsa dan tempat yang tepat untuk meneguhkan kembali komitmen generasi muda terhadap nilai-nilai nasionalisme.
Baca juga: Viral! Bocah SD di Bojonegoro Ini Jago Rakit Elektronik Secara Otodidak
Ketua Badan Pekerja Kongres GSNI, A.A. Gede Indrayana, mengatakan kongres tidak hanya berfokus pada agenda organisasi, tetapi juga menjadi ruang bertemunya gagasan dan aspirasi pelajar dari berbagai wilayah.
“Kongres Nasional IV GSNI merupakan ruang konsolidasi nasional bagi pelajar untuk memperkuat persatuan, mempererat solidaritas, serta menyatukan gagasan dalam membangun masa depan bangsa,” ujar Gede Indrayana, Jumat (5/6).
Menurutnya, perkembangan teknologi digital, derasnya arus informasi, dan perubahan sosial yang berlangsung cepat menuntut generasi muda memiliki fondasi kebangsaan yang kuat. Karena itu, organisasi pelajar perlu mengambil peran lebih besar sebagai wadah pembentukan karakter, kepemimpinan, dan kesadaran nasional.
GSNI menilai nasionalisme tetap menjadi nilai penting di tengah arus globalisasi yang semakin kompleks. Organisasi tersebut ingin memastikan pelajar Indonesia mampu berkembang tanpa kehilangan identitas kebangsaannya.
Baca juga: Pernyataan Menteri PU Soal Pembenahan Internal dan Generasi Muda Jadi Sorotan
“Nasionalisme harus tetap menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter generasi muda yang kritis, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap bangsa,” kata Gede.
Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Pusat GSNI, Abdul Gani, menegaskan pelajar harus ditempatkan sebagai aktor aktif dalam pembangunan bangsa. Menurutnya, pelajar tidak cukup hanya menjadi penerima kebijakan pendidikan, tetapi juga perlu diberi ruang untuk menyampaikan gagasan dan menawarkan solusi atas berbagai persoalan sosial.
“Pelajar tidak boleh hanya menjadi objek pembangunan, tetapi harus menjadi subjek yang aktif menghadirkan inovasi dan solusi bagi masyarakat,” ujarnya.
Baca juga: FK Untag Surabaya Minta Generasi Muda Waspadai Silent Killer, Diabetes dan Kolesterol
Melalui kongres ini, GSNI juga berupaya memperkuat kapasitas intelektual, keberanian moral, dan semangat pengabdian generasi muda. Organisasi berharap lahir kader-kader pelajar yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial serta komitmen terhadap kepentingan bangsa.
Selain membahas agenda organisasi, Kongres Nasional IV GSNI ditargetkan menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis terkait pendidikan kebangsaan, penguatan tradisi intelektual pelajar, solidaritas lintas daerah, hingga peningkatan peran generasi muda dalam menjaga demokrasi dan keadilan sosial.
Dari Surabaya, GSNI berharap lahir gagasan dan arah gerakan baru yang mampu menjawab tantangan zaman sekaligus memperkuat kontribusi pelajar dalam menjaga masa depan Indonesia.
Editor : Redaksi
