Jakarta

Komnas HAM Telusuri Kesaksian Baru Kasus Tewasnya 15 Warga Sipil di Puncak, Papua Tengah

Komnas HAM Telusuri Kesaksian Baru Kasus Tewasnya 15 Warga Sipil di Puncak, Papua Tengah © mili.id

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengungkap adanya kesaksian baru dalam penyelidikan kasus tewasnya 15 warga sipil di Distrik Kembru, Kabupaten Puncak, Papua Tengah.

Mili.id-Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengungkap adanya kesaksian baru dalam penyelidikan kasus tewasnya 15 warga sipil di Distrik Kembru, Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Salah satu saksi menyebut adanya sosok bersenjata yang mengenakan pakaian loreng dalam peristiwa tersebut.

Kepala Perwakilan Komnas HAM Papua, Frits Ramandey, menyampaikan bahwa keterangan tersebut masih berupa kesaksian awal yang akan terus didalami oleh tim penyelidik.

Baca juga: Komnas HAM Minta Perbaikan Menyeluruh Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis

“Ada saksi yang menyebut seseorang diduga pelaku memegang senjata dan memakai baju loreng,” ujar Frits dalam konferensi pers, Kamis (23/4/2026).

Komnas HAM menegaskan bahwa saat ini proses pemantauan dan pengumpulan bukti masih terus dilakukan secara intensif guna mengungkap fakta sebenarnya di lapangan.

Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Saurlin Siagian, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada kesimpulan resmi terkait dugaan pelanggaran HAM maupun pihak yang bertanggung jawab.

Baca juga: Komnas HAM Minta Akses Pemeriksaan Empat Tersangka Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Dijadwalkan Jumat

“Proses penyelidikan masih berlangsung. Kami harus mengimbangi duka mendalam atas meninggalnya 15 orang, termasuk anak-anak dan perempuan, sehingga kasus ini menjadi perhatian serius kami,” ujarnya.

Kasus ini sebelumnya juga menjadi sorotan setelah Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, menyebut bahwa pelaku penyerangan sebenarnya telah diketahui oleh masyarakat setempat, meski belum ada pihak yang secara terbuka mengakui bertanggung jawab.

Baca juga: Komnas HAM Turun Langsung ke Tual, Dalami Kasus Dugaan Penganiayaan Pelajar oleh Oknum Brimob

Pigai menegaskan pentingnya kejujuran dan pengakuan dari pihak yang terlibat, mengingat insiden tersebut telah menewaskan 15 orang dan melukai tujuh lainnya.

Komnas HAM memastikan akan terus mengawal proses penyelidikan hingga terang benderang, sekaligus memastikan keadilan bagi para korban dan keluarga yang terdampak peristiwa tragis tersebut.

Editor : Eka Ardimiyati



Berita Terkait