Jawa Barat

Bocah Tasikmalaya Meninggal Usai Dipatuk Ular Weling, Sempat Dirawat 25 Hari

Bocah Tasikmalaya Meninggal Usai Dipatuk Ular Weling, Sempat Dirawat 25 Hari © mili.id

Mili.id – Duka menyelimuti warga Kampung Borolong, Desa Cilampung Hilir, Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya. Seorang bocah berinisial DK (12) meninggal dunia setelah berjuang selama 25 hari akibat gigitan ular weling.

Korban mengembuskan napas terakhir pada Rabu (22/4/2026) di salah satu rumah sakit di Bandung, setelah sebelumnya menjalani perawatan intensif akibat racun berbisa yang menyerang tubuhnya.

Baca juga: Dua Pedagang Bakso di Tasik Diculik dan Dianiaya, Diduga Dipicu Tuduhan Pelecehan

Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi, menyampaikan belasungkawa atas kepergian korban. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

“Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Kami turut berduka cita, semoga almarhum mendapat tempat terbaik,” ujarnya.

 Dimakamkan Dihadiri Ratusan Warga

Jenazah korban dimakamkan pada Rabu malam di kampung halamannya. Camat Padakembang, Dadan, menyebut prosesi pemakaman berlangsung haru dan dihadiri ratusan warga yang turut mengantar kepergian korban ke tempat peristirahatan terakhir.

Baca juga: Hari Ini Tepat 77 Tahun Kali Pertama Terselenggara Kongres Koperasi di Tasikmalaya

 “Ia langsung dimakamkan tadi malam, masyarakat turut mengantarkan,” katanya.

 Ayah korban, Andis Kuswara, mengungkapkan bahwa anaknya sempat mendapatkan perawatan di RSUD KHZ Musthafa sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit swasta di Bandung.

Bahaya Gigitan Ular Berbisa

Baca juga: Pesan Wagub Jabar kepada Generasi Muda: Sehat yang Utama

Kasus ini kembali menjadi pengingat akan bahaya gigitan ular berbisa, terutama di wilayah yang masih memiliki habitat alami reptil tersebut. ular weling dikenal memiliki racun neurotoksin yang dapat menyerang sistem saraf dan berakibat fatal jika tidak segera ditangani secara tepat.

Peristiwa ini menambah daftar kasus gigitan ular yang berujung fatal, sekaligus menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih waspada, terutama saat beraktivitas di lingkungan yang berpotensi menjadi habitat satwa liar.

Editor : Redaksi



Berita Terkait