Sepur Kelinci Rombongan Halalbihalal Terguling di Mojokerto, 1 Tewas dan Belasan Luka-Luka

Sepur Kelinci Rombongan Halalbihalal Terguling di Mojokerto, 1 Tewas dan Belasan Luka-Luka © mili.id

Kondisi sepur kelinci yang terguling di Desa Jatidukuh, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (28/3/2026) pagi.

Mili.id — Perjalanan rombongan halalbihalal berubah menjadi tragedi di Desa Jatidukuh, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (28/3/2026) pagi. Sepur kelinci yang mengangkut puluhan penumpang terguling setelah gagal menanjak, mengakibatkan satu orang tewas dan belasan lainnya mengalami luka-luka.

Kendaraan wisata berplat nomor S 8185 PA tersebut membawa sekitar 20 penumpang, mayoritas ibu-ibu dan anak-anak. Para penumpang dewasa diketahui merupakan karyawan pabrik pembuat wadah telur di Desa Kebonagung, Kecamatan Puri. Mereka hendak melaksanakan tradisi unjung-unjung atau halalbihalal pasca Lebaran.

Baca juga: CKG Kota Mojokerto Capai 71,5 Persen, Pemkot Kejar Cakupan 100 Persen pada Oktober

Insiden terjadi sekitar pukul 09.00 WIB saat kendaraan melaju di jalan Dusun Jati yang memiliki tanjakan cukup curam. Diduga tidak kuat menanjak, sepur kelinci yang dikemudikan Sariono (53), warga Desa Sumbergirang, Kecamatan Puri, tiba-tiba meluncur mundur.

Warga setempat, Aji, menyebut pengemudi diduga kurang memahami kondisi medan. “Seharusnya ada petunjuk arah ke kanan, tapi kendaraan ini terus ke atas,” ujarnya.

Sepur kelinci tersebut kemudian menabrak gapura sebelum akhirnya terguling dan menghantam tiang listrik hingga roboh. Benturan keras menyebabkan satu penumpang meninggal dunia di lokasi kejadian.

Korban tewas diketahui bernama Sulimah, warga Desa Mlaten, Kecamatan Puri. Sementara itu, belasan korban lainnya mengalami luka-luka dengan berbagai tingkat keparahan.

Baca juga: BPBD Mojokerto Mulai Distribusi Air Bersih ke Tiga Desa Terdampak Kemarau, Layani 2.776 KK

Sebanyak 11 korban, termasuk korban meninggal, dievakuasi ke RS Sumberglagah Pacet. Sepuluh korban lainnya dirawat di Puskesmas Gondang, dan satu korban dirujuk ke RSUD Prof dr Soekandar Mojosari.

Kasatlantas Polres Mojokerto, AKP Yogie Pratama, menjelaskan bahwa kecelakaan diduga dipicu beban kendaraan yang terlalu berat saat melintasi tanjakan.

“Berdasarkan kronologi awal, kendaraan melaju dari timur ke barat melewati tanjakan curam. Namun kemungkinan karena beban berlebih, kendaraan tidak kuat menanjak,” jelasnya.

Baca juga: Warga Kunjorowesi Bertahan dengan Mandi Sekali Sehari, Air Bersih Diprioritaskan untuk Memasak

Kendaraan kemudian meluncur mundur diduga tanpa pengereman optimal. Saat kejadian, korban meninggal diduga terlempar dari kendaraan hingga tubuhnya ditemukan di tepi sungai dekat lokasi kejadian.

Sementara itu, sopir kendaraan saat ini menjalani perawatan di RS Sumberglagah.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut.

Editor : Redaksi



Berita Terkait