Sukadar
Mili.id - Pembangunan sejumlah proyek infrastruktur yang dikhususkan kepentingan masyarakat mendapatkan sorotan anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, Sukadar
Sukadar menyatakan, pengerjaan infrastruktur mulai dari jalan, drainase masih berjalan sekitar 49,5%. Sehingga menimbulkan rasa psimis proyek tersebut bisa tuntas pada tahun ini.
"Efektif kerja sampai menjelang Natal." tegas Sukadar, beberapa waktu lalu.
Sedangkan saat ini, tambah Sukadar sudah masuk bulan 9, dan masyarakat sudah banyak menunggu, utamanya drainase. Karena sebentar lagi akan memasuki musim hujan.
"Harusnya ada perubahan kebijakan oleh Pemkot Surabaya dalam hal ini Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM), berkaitan dengan sistem proyek pengerjaan." tegasnya.
Menurutnya, lambannya kebijakan dari Pemkot berimbas pada tidak selesainya pengerjaan infrastruktur hingga habis tahun APBD. Sehingga ada Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) yang harus di kembalikan ke Kas Daerah.
"Ini sangat disayangkan, karena pengerjaan tidak maksimal dengan anggaran yang tersedia." papar legislator PDIP ini.
Kondisi ini, urai Sukadar beda dengan sisa anggaran. Misalnya dengan anggaran yang tersedia penggunaannya bisa ditekan, namun progess pengerjaannya sesuai target tahun anggaran.
"Kalau itu saya angkat topi," ucapnya.
Sukadar menambahkan, akibat lambannya kebijakan, banyak proyek pembangunan infrastruktur dibeberapa wilayah yang tertunda. Menurutnya, ada yang menunggu sudah 3 tahun bahkan ada yang 5 tahun.
"Saya pesimis pembangunan infrastruktur bisa cepat, kalau tidak ada perubahan kebijakan sistem kebijakan dan tidak ada terobosan," demikian ungkap Sukadar.
Baca juga: TMMD ke-127 Depok Bangun Drainase 200 Meter di Sukamaju, Cegah Genangan dan Banjir
Copyright © Mili.id 2022
Baca juga: Komisi C Desak Pemkot Surabaya, Atasi Banjir Gunung Anyar
Editor : Redaksi
