Mili.id - Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, mengenang kebaikan Meriyati Hoegeng yang akrab disebut Eyang Meri Hoegeng, saat menghadiri pemakaman almarhumah di Pesona Khayangan, Depok, Rabu (4/2/2026). Eyang Meri meninggal dunia pada usia 100 tahun setelah menjalani perawatan intensif di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur pada Selasa (3/2).
Dilansir dari Detik, Ahok menyampaikan bahwa sebelum meninggal, Eyang Meri sempat memberikan pesan penguatan agar tetap teguh dalam kebenaran, kejujuran, dan keadilan. Pesan itu disampaikannya sebagai ungkapan terakhir kepada almarhumah.
Baca juga: Ahok Bongkar Dugaan Penyimpangan Tata Kelola Minyak di Sidang Tipikor
Dalam kesempatan itu, Ahok mengenang betapa besar perhatian Eyang Meri padanya saat dirinya ditahan di Rutan Mako Brimob pada 2017. Menurut Ahok, Eyang Meri tidak hanya sering mengirimkan makanan, tetapi juga datang langsung dan memberikan dukungan moral lewat pesan-pesan yang menguatkan.
“Beliau juga yang sering kirim makanan ke saya. Waktu di tahanan juga datang. Dia juga kasih saya lukisan pesan-pesan yang sangat baik. Untuk tetap berjuang dalam kebenaran, kejujuran, dan keadilan,” ujar Ahok mengenang.
Baca juga: Sidang Korupsi Minyak Mentah: Ahok Dipanggil Untuk Beri Keterangan Pekan Depan
Ahok menggambarkan sosok Eyang Meri sebagai figur yang selalu menekankan nilai-nilai kemanusiaan, dan keberanian dalam menghadapi tantangan hidup. “Itu perikemanusiaan. Itu beliau selalu sampaikan pesan itu,” tambahnya.
Kepedulian dan dukungan Eyang Meri kepada Ahok sewaktu masa tahanan ini menjadi salah satu kenangan yang terus dikenang Ahok hingga kini. Almarhumah dikenal sebagai istri dari Kapolri ke-5 Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso dan sosok yang dihormati banyak pihak karena dedikasi dan keteguhan prinsipnya sepanjang hidupnya.
Pihak Mabes Polri juga menyatakan turut berbelasungkawa atas kepergian Eyang Meri, serta mendoakan semoga almarhumah mendapatkan husnulkhatimah.
Editor : Redaksi
