Salah satu warga melihat lokasi diduga tempat pembuangan kotoran babi di Dusun Sawo, Kecamatan Kuterejo, Kabupaten Mojokerto, Kamis (08/01/2026)
Mojokerto, mili.id – Warga Dusun Pandisari, Desa Sawo, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto mengeluhkan pencemaran lingkungan akibat pembuangan limbah ternak yang menimbulkan bau menyengat. Limbah tersebut diduga dibuang secara sembarangan di kawasan bekas galian C yang berdekatan dengan area persawahan.
Lokasi pembuangan limbah ternak tersebut berjarak sekitar satu kilometer dari permukiman warga. Meski tidak berada tepat di tengah permukiman, bau busuk yang ditimbulkan kerap tercium kuat, terutama saat pagi dan malam hari ketika angin berembus ke arah rumah warga.
Kegeraman warga memuncak hingga mereka memblokade akses jalan masuk ke lokasi pembuangan dengan memasang bambu melintang, guna menghentikan aktivitas dump truk pengangkut limbah ternak. Aksi penutupan akses itu dilakukan pada Rabu (7/1/2026) sore.
Warga menduga limbah yang dibuang berasal dari ternak babi atau ayam, namun hingga kini jenis limbah tersebut belum dapat dipastikan. Kepastian asal limbah masih menunggu hasil kajian dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto.
Salah seorang warga mengungkapkan, aktivitas pembuangan limbah ternak itu telah berlangsung sekitar satu bulan, sejak Desember 2025. Di lokasi ditemukan dua titik pembuangan, di mana limbah ditutup menggunakan terpal dan plastik berwarna biru dengan penyangga kayu.
“Warga menolak adanya pembuangan limbah ternak ini karena bau busuknya sangat menyengat, apalagi kalau tertiup angin pagi dan malam,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Kamis (8/1/2026).
Baca juga: Razia Gabungan di Lapas Mojokerto, Tak Ditemukan Narkoba dan Ponsel di Kamar Hunian
Ia menambahkan, truk pengangkut limbah kerap beroperasi secara diam-diam saat warga lengah, baik pada siang maupun malam hari. Warga berharap wilayah mereka tidak lagi dijadikan tempat pembuangan limbah yang berdampak pada pencemaran lingkungan.
“Buangnya menunggu kondisi sepi, dampaknya bau menyengat dan sangat mengganggu,” keluhnya.
Sementara itu, Kepala Dusun Pandisari, Ahmad, menjelaskan bahwa lokasi pembuangan limbah berada di wilayah perbatasan antara Dusun Sumber Kepuh, Desa Wonodadi, dengan Desa Sawo. Meski demikian, akses menuju lokasi pembuangan masuk melalui wilayah Dusun Pandisari.
“Pemdes bersama warga sudah menutup akses jalan menuju lokasi pembuangan. Limbah itu dibuang menggunakan sekitar tiga truk dan lokasinya dekat area persawahan,” jelasnya.
Menurut Ahmad, langkah penutupan akses dilakukan sebagai bentuk penolakan warga karena bau yang ditimbulkan sangat menyengat dan mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.
“Sudah ditutup sama warga, karena baunya sangat menyengat apalagi saat tertiup angin,” pungkasnya. (NN)
Editor : Redaksi
