Pembersihan material longsor. (Nana/mili.id)
Mojokerto, mili.id - Pembersihan material tanah longsor yang merenggut 10 korban jiwa di jalur alternatif Pacet-Cangar, kawasan Tahura Raden Soerjo terus dilakukan oleh Tim SAR gabungan.
PPK Pemeliharaan Jalan Dan Jembatan Wilayah 1 Mojokerto, PU Bina Marga Jawa Timur, Tri Cahyo Utomo menjelaskan, usai proses pembersihan material longsoran selesai akan dilakukan pembangunan dinding penahan lereng di bagian kaki.
Baca juga: CKG Kota Mojokerto Capai 71,5 Persen, Pemkot Kejar Cakupan 100 Persen pada Oktober
"Untuk teknis pengerjaan, dengan pembangunan dinding penahan dari pasangan batu (Counter weight) yang fungsinya sebagai penahan longsor di kaki lereng/tebing," ujarnya, Rabu (9/4/2025).
Cahyo mengaku, pembangunan dinding tebing atau TPT (Tembok penahan tanah) menggunakan metode Counter weight dengan konstruksi yang lebih kuat.
Berbeda dengan TPT yang saat ini telah terpasang di dinding tebing yaitu jenis Slope Protection yang hanya untuk melindungi kemiringan lereng.
"Untuk penguatan di bagian bawah kita gunakan Counter Weight, dengan ketinggian sekitar 3 meter yang fungsinya untuk menahan tanah di atasnya mencegah longsor. Estimasi pengerjaan sekitar dua pekan," imbuhnya.
Ia mengaku, penguatan lereng urung menggunakan bronjong batu, lantaran dinilai terlalu berat sehingga rawan longsor. Apalagi ketinggian dari jalan hingga atas lereng sekitar 70 meter.
Baca juga: BPBD Mojokerto Mulai Distribusi Air Bersih ke Tiga Desa Terdampak Kemarau, Layani 2.776 KK
"Awal kita pakai bronjong, tapi volume besar sehingga dikhawatirkan terlalu berat yang rawan longsor. Jadi kita nanti full pakai bambu material terbarukan untuk penguat lereng, dari jalan sampai atas sekitar 70 meter," katanya.
Sementara, untuk penguat lereng akan dipadukan dengan kontruksi metode trap Soil Bioengineering, dari bahan bambu yang disusun untuk mengembalikan kemiringan lereng pasca longsor.
"Jadi nanti bisa kembali ke bentuk semulanya lereng, kemudian di atasnya kita buat vegetasi lokal bisa menggunakan rumput vetiver. Untuk melindungi agar tidak terjadi erosi," imbuhnya.
Dirinya berharap selama proses pembersihan maupun penguatan lereng dan, pembangunan TPT jalur Cangar-Pacet untuk sementara bisa ditutup
Baca juga: Warga Kunjorowesi Bertahan dengan Mandi Sekali Sehari, Air Bersih Diprioritaskan untuk Memasak
Pembersihan material longsor di jalur Cangar-Pacet dilakukan secara safety, lengkap menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) memperhatikan keselamatan petugas karena di lokasi masih zona merah.
Terlebih sekelilingnya tebing setinggi lebih dari 50 meter menjulang di sisi kanan dari arah Pacet, Kabupaten Mojokerto menuju Cangar-Batu yang berisiko rawan longsor.
"Setiap satu jam kita berkoordinasi dengan BMKG untuk prakiraan cuaca, karena anomali cuaca di wilayah atas Pacet tidak menentu. Jika hujan maka pengerjaan dihentikan dan seluruh petugas menjauh dari lokasi longsor," pungkasnya.
Editor : Achmad S
