3 Februari Hari Cincin Pernikahan, Begini Sejarahnya

3 Februari Hari Cincin Pernikahan, Begini Sejarahnya © mili.id

Ilustrasi/iStock

Surabaya, mili.id - Tanggal 3 Februari diperingati sebagai Hari Cincin Pernikahan (Wedding Ring Day), setiap tahunnya di dunia, khususnya Amerika Serikat.

Budaya pemberian cincin pernikahan ini mendunia hingga ke berbagai negara. Bahkan dianggap sebagai suatu kewajiban dalam momen sakral sebuah pernikahan.

Baca juga: Ramalan Zodiak 13 Februari 2025: Virgo Hindari Interaksi dengan Libra

Sejarah Cincin Pernikahan

Adanya cincin kawin bermula dari zaman romawi kuno. Sekitar 4.800 tahun lalu, di mana sepasang kekasih akan mengenakan cincin yang terbuat dari anyaman bulu dan kulit untuk menyatakan cinta mereka terhadap satu sama lain.

Lalu orang Yunani dan Romawi mulai memakai cincin untuk menunjukkan bahwa mereka bertunangan dan akan menikah.

Mereka percaya bahwa cincin berbentuk lingkaran melambangkan keabadian, karena tidak memiliki awal maupun akhir.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Indonesia 13 Februari 2025: Waspada 2 Bibit Siklon Tropis Muncul Lagi

Bangsa Romawi kemudian mengadopsi tradisi ini dan menempatkan cincin di jari manis tangan kiri, yang diyakini memiliki vena amoris atau vena cinta, yang langsung terhubung ke jantung setiap manusia.

Selain sebagai tanda kesetiaan, cincin juga melambangkan ikatan yang tak terputus antara dua insan yang saling mencintai. Hal ini dikarenakan cincin yang berbentuk lingkaran itu tak memiliki tepi.

Cara Memperingati Hari Cincin Pernikahan

Salah satu cara mudah untuk memperingati Hari Cincin Pernikahan ialah dengan merawat cincin kawin.

Baca juga: Lokasi SIM Keliling dan SIM Cak Bhabin 13 Februari 2025 di Surabaya

Cincin pernikahan adalah simbol penting dalam hubungan, sehingga perlu dirawat dengan baik.

Membersihkannya dengan cairan pembersih perhiasan atau membawanya ke toko perhiasan untuk perawatan profesional, bisa menjadi cara sederhana untuk memperingati hari ini.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait