Ular kobra berukuran kecil dimasukkan dalam botol oleh anggota Damkarmat Sektor Genteng menjadi salah satu reptil yang dievakuasi dari rumah warga. Foto: Eko Purwanto/mili.id)
Banyuwangi, mili.id - Beberapa hari terakhir warga Banyuwangi kerap dikagetkan dengan adanya ular yang masuk ke dalam rumah. Fenomena itu ternyata berkaitan dengan masa tetas telur ular yang berlangsung saat musim penghujan.
Puncak masa tetas telur ular berlangsung pada Desember sampai dengan Januari, baik itu jenis ular berbisa maupun berbisa.
Baca juga: Mobil Damkar Tertimpa Tiang Beton Saat Pembongkaran Gedung DLH Jakarta, Satu Petugas Terluka
"Jadi pada prinsipnya semua ular itu menetas saat musim penghujan yang berlangsung pada Desember sampai dengan Januari. Hampir di semua spesies yang hidup di wilayah tropis," ujar Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI ) Jatim IV Banyuwangi drh Risa Isna Fahziar.
Risa menambahkan ketika musim bertelur, ular cenderung mencari tempat yang hangat dan lembab untuk membuat sarang dan menetaskan telurnya. Disamping mencari tempat yang banyak mangsa untuk memberikan asupan makanan pada anak-anaknya.
"Kelembaban dan hangat yang ada di dalam sarang itu adalah momen dimana anak ular menetas," jelasnya.
Sebelum proses tetas itu berlangsung, lanjut Risa, terdapat perbedaan karakter pada jenis ular memasuki masa bertelur. Ada spesies ular yang sengaja meninggalkan telur dalam sarangnya ada juga yang meninggalkannya usai bertelur.
"Terdapat juga spesies ular yang mengerami telurnya di dalam sarang. Biasanya ular jenis piton (sanca kembang) yang mengerami telurnya. Sedangkan jenis kobra akan meninggalkan telurnya akan tetapi tidak jauh dari sarangnya itu," imbuhnya.
Menyoal maraknya ular masuk ke perkampungan menurut Risa ada dua kemungkinan. Kemungkinan pertama menyangkut aspek geografis atau letak perumahan yang dekat dengan sungai maupun areal persawahan.
Baca juga: Kebakaran Auditorium Binus Anggrek, Petugas Sempat Tembus Asap Tebal
Atau kemungkinan kedua menurutnya dikarenakan ular bermigrasi ke tempat yang lebih hangat.
"Maka dari itu perlu diwaspadai bagi warga apabila bertempat tinggal dekat dengan areal persawahan dan sungai," kata dia.
Koordinator Damkarmat Sektor Genteng, Sutikno menyampaikan sudah ada tiga laporan masuk dalam sepekan terakhir di akhir Januari ini. Menyangkut laporan adanya ular masuk ke perkampungan warga.
Perkampungan itu menurut Sutikno memang dekat dengan lahan persawahan dan semak belukar yang merupakan habitat dari ular itu sendiri.
Baca juga: Tradisi Ithuk-Ithukan Banyuwangi Tetap Lestari, Wujud Syukur Warga Osing atas Sumber Kehidupan
"Dari laporan yang masuk lokasinya berada dekat dengan areal persawahan dan sungai," katanya.
Untuk mengantisipasi rumah agar tidak menjadi sarang ular, Sutikno meminta warga untuk sering membersihkan lingkungan.
"Hindari menumpuk barang bekas yang akan menjadi tempat ular bersembunyi, tutup akses (jalan yang dilalui) ular masuk ke rumah," ucapnya.
Editor : Aris S
