Pilu Ayah Siswi MI di Banyuwangi Korban Pembunuhan dan Pemerkosaan

Pilu Ayah Siswi MI di Banyuwangi Korban Pembunuhan dan Pemerkosaan © mili.id

Ayah dan kakak kandung siswi MI di Banyuwangi berziarah (Foto: Ist)

Banyuwangi, mili.id - Pilu masih dirasakan DN (35), ayah siswi madrasah ibtidaiyah (MI) korban dugaan pembunuhan dan pemerkosaan asal Kalibaru, Banyuwangi.

DN rutin mengunjungi makam putri tercintanya sembari terus emanjatkan doa bersama anak sulungnya, RN (13).

Baca juga: 49 Adegan Sadis! Detik-detik Badut Mainan Habisi Mertua di Mojokerto Direka Ulang

Mawar merah dan bunga kantil serta kenanga ditaburkan di atas makan putrinya. Rasa kangen akan putri tercintanya itu terus membekas.

Di situ, ia bersama putra sulungnya menyapa sekaligus mendoakan CN (7).

"Setiap Kamis kami selalu ke makam untuk berdoa dan menyapanya. Mengobati rindu dan mendoakan semoga dia tenang di sana," ungkap DN, Sabtu (18/1/2025).

Selain CN, putra sulungnya ikut menunduk layu. Bersama sang ayah ia tak pernah absen menyambangi makam adik tercintanya tersebut.

Menurut DN, bukan hanya dimakam, putra sulungnya tersebut tak putus berdoa setiap hari untuk CN.

"Keluarga terus berupaya mencari informasi dan tidak putus-putusnya selalu berdoa kepada Tuhan agar tabir ini cepat terungkap," terang DN.

Ia mengaku tak tahu pasti penyebab lambannya pengungkapan tersangka pembunuhan putrinya. Menanti keadilan, hanya itu yang kini mereka sekeluarga lakukan.

"Kepolisian menyampaikan sangat berhati-hati untuk menangani kasus ini, karena jangan sampai terjadi salah tangkap," tambahnya.

Tak pernah berhenti berharap, itu yang DN tegaskan. Sampai kapanpun, ia akan menuntut keadilan dan menanti agar pelaku terungkap dengan sejelas jelasnya.

"Sampai detik ini kami sebagai keluarga tetap berupaya agar pihak kpolisian segera cepat bisa menyelesaikan kasus ini dengan cepat, tepat dan akurat," tegas DN.

Di hadapan gundukan makam yang basah oleh hujan, DN kembali meminta kepada Presiden Prabowo dan Kapolri jenderal Listyo Sigit untuk memberikan atensi pada pengungkapan kasus putrinya.

"Sekali lagi saya meminta untuk Bapak Presiden dan kapolri mohon untuk kasus ini di jadikan perhatian, untuk di tindak Lanjuti," tandasnya.

Kakak Siswi MI Kembali Masuk Sekolah

Baca juga: Fakta Baru, Usai Bercumbu Badut Penjual Mainan di Mojokerto Ngamuk Lihat Chat WA Istri dab PIL

RN, kakak kandung siswi MI itu akhirnya bersekolah lagi. Hampir dua bulan dirinya menjalani sekolah dan ujian di rumah setelah peristiwa tragis yang merenggut nyawa adiknya, Rabu 13 November 2024 lalu.

Saat menjalani pelajaran di rumah, RN mengikuti proses belajar mengajar didampingi guru dan wali muridnya melalui daring.

Gedung MI tempat RN dan mendiang CN bersekolah (Foto: Eko Purwanto/mili.id)Gedung MI tempat RN dan mendiang CN bersekolah (Foto: Eko Purwanto/mili.id)

Selain daring, RN mengikuti pembelajaran di rumahnya dengan didampingi orangtua. Sesekali guru dan kepala sekolahnya mendatangi ke rumah.

Bahkan saat ujian tengah semester lalu, RN pun menjalaninya dari rumah, didampingi kepala sekolah.

Itu terjadi karena kedua orangtua RN menghawatirkan kondisi anaknya saat di sekolah. Karena anak pertamanya itu satu sekolah dengan adiknya yang telah tiada.

"Saat itu memang ibunya hawatir kalau anak saya ini sekolah, jadi kami minta belajar di rumah dulu," terang DN.

Sudah dua pekan ini RN telah kembali ke sekolah. Pertimbangannya adalah agar dia mampu melawan trauma dan bisa melupakan peristiwa yang masih menghantui keluarga mereka tersebut.

Baca juga: Tes Psikologi Ungkap Badut Pembunuh Mertua di Mojokerto Beraksi Sadar, Dipicu Emosi Keluarga

"Kasihan, di rumah dia akhir-akhir ini malah sering melamun dan murung. Jadi saya dan ibunya memberanikan untuk menyekolahkan dia," ungkap DN.

Setiap hari, DN mengantar jempur anak lelakinya tersebut. Ia pun selalu mendokumentasikan keberangkatan anaknya di sekolah, serta kerap berkomunikasi dengan walikelas untuk menanyakan kondisi BN di sekolah.

"Saya antar jemput setiap hari, tapi saya lewatkan jalan yang berbeda. Tidak lewat lokasi adiknya ditemukan," tambahnya.

Ia bersyukur, anak lelakinya jauh lebih kuat saat ini. Meski kerap teringat adiknya, RN sudah bisa memulai kehidupan sosial normal.

Akan tetapi, RN masih belum berani bermain sendirian, mengingat dulu ia kerap bermain bersama mendiang adiknya saat pulang sekolah dan berangkat mengaji.

"Alhamdulillah berjalan hampir semestinya, tapi memang kalau ke mana itu jalannya muter. Kalau lewat TKP takut selalu teringat adiknya," pungkas DN.

 

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait