Stok Makanan Warga Sukamade di Banyuwangi Menipis Akibat Akses Utama Nyaris Putus

Stok Makanan Warga Sukamade di Banyuwangi Menipis Akibat Akses Utama Nyaris Putus © mili.id

Akses menuju Dusun Sukamade. (Istimewa)

Banyuwangi - Stok makanan warga Sukamade, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi mulai menipis akibat akses Utama menuju lokasi tersebut nyaris putus.

Kepala Dusun Sukamade, Verry Nafaro mengatakan, belum bisanya roda empat melintas jalan mutlak memutus jalur pengiriman logisitik. Kondisi ini mengakibatkan pasokan bahan makanan menuju kampung tersendat.

Baca juga: Proyek Lapangan Padel di Keputih Diprotes Warga, Pengembang Klaim Kantongi Izin

Memang sejumlah toko kelontong sudah mengantisipasi dengan kulakan bahan makanan lebih banyak dari biasanya. Akan tetapi perlahan tergerus kebutuhan harian warga.

"Sudah mulai menipis untuk bahan makanan pokok. Persediaan sejumlah toko terus berkurang sejak akses roda empat tak bisa melintas," katanya, Minggu (15/12/2024).

Tercatat ada 7 toko kelontong yang selama ini melayani kebutuhan bahan pokok warga Dusun Sukamade. Ditambah satu koperasi dusun yang masih eksis menjual bahan pokok.

Perlahan toko-toko tersebut bahan pokoknya mulai habis. Kondisi ini menurut Verry cukup mengkhawatirkan ditengah fluktuasi kondisi sungai Sukamade diakibatkan curah hujan.

"Ini cukup mengkhawatirkan makanya kami berusaha mencari solusi tepat guna agar pasokan bahan makanan bisa masuk," ucapnya.

Verry turut memperbaharui informasi menyoal kondisi terkini warganya. Disampaikan olehnya, kondisi warga baik dan tidak terserang penyakit yang butuh penangan medis cepat.

Hanya saja ada dua ibu hamil dengan usia kehamilan antara 7 sampai dengan 8 bulan. membutuhkan penanganan tersendiri. Jika terjadi kontraksi yang menjadi tanda-tanda kehamilan.

"Terus kita pantau kondisinya. Sejauh ini dalam kondisi baik," tambahnya.

Baca juga: Miris! Limbah Popok Mendominasi Sampah di Kali Tebu Surabaya

Menyoal dua orang ibu hamil tersebut, Camat Pesanggaran Andik Basuki sudah menyampaikan kepada mereka rutin melakukan pengecekan kondisi kehamilan. Saran itu disampaikan Andi sewaktu meninjau kampung Sukamade bersama Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiadani, 30 November 2024.

"Selain rutin melakukan pengecekan, sudah kami sarankan untuk bergeser ke pondok bersalin dekat Balai Desa Sarongan jika sudah mendekati h-1 atau h-2 kelahiran," tambahnya.

Pondok bersalin itu melayani proses persalinan warga dan dijaga oleh bidan desa selama 24 jam penuh. Oleh karena itu, lanjut Andi, pihaknya menganjurkan bagi dua ibu hamil tersebut untuk segera bergeser jika sudah mendekati waktu persalinan.

"Kan sudah bisa diprediksi kelahirannya kapan. Maka dari itu sudah kami sarankan untuk segera bergeser jika mendekat hari persalinan," ujarnya.

Ketiadaan jembatan penghubung menurut Andi proses pembangunannya sudah berjalan. Menurutnya, tiang pancang jembatan sudah berdiri di lokasi tersebut.

Baca juga: Tradisi Ithuk-Ithukan Banyuwangi Tetap Lestari, Wujud Syukur Warga Osing atas Sumber Kehidupan

“Tiang pancangnya sudah ada tinggal bentangan jembatan yang belum dan juga pembangunan jembatan membutuhkan biaya yang besar," katanya.

Andi menambahkan, sebelumnya sudah dibangun jembatan penghubung akan tetapi ambruk diterjang banjir. Sehingga dibutuhkan kontruksi jembatan yang kokoh agar tak jebol diterjang banjir.

Kondisi ini yang menurut Andi menjadi perhatian bupati saat meninjau Dusun Sukamade. Diharapkan proses pembangunan jembatan bisa segera diupayakan.

"Masih dikomunikasikan dengan pemerintah provinsi maupun pusat. Bisa saja pembangunan jembatan ini dilakukan secara bersama antar pemerintahan atau kolaborasi," tandasnya.

Editor : Achmad S



Berita Terkait