Suasana tahlilan tujuh hari meninggalnya siswi MI Kalibaru. (Eko Purwanto/mili.id)
Banyuwangi - Orang tua siswi MI korban pemerkosaan dan pembunuhan berharap agar pelaku yang tega menghabisi nyawa anaknya segera tertangkap.
Kendati sudah mengikhlaskan kepergian putri bungsunya itu, DN masih berkaca-kaca ketika menyebut nama sang buah hati.
Tak bisa ia menutupi raut mukanya yang sedih dihadapan ratusan jemaah. Dibalik itu terselip harapan dan keinginan agar pelaku segera tertangkap. "Harapan saya pelaku bisa segera ditemukan," harapnya.
DN menyerahkan sepenuhnya proses hukum sepenuhnya kepada pihak kepolisian dan menghukum pelaku sesuai hukum yang berlaku. "Dihukum sesuai hukum yang berlaku," terangnya.
DN juga minta dipertemukan dengan pelaku pembunuh anaknya dan menanyakan ihwal apa yang mendasari pelaku menghabisi anaknya dengan cara yang keji.
"Apabila pelaku sudah ketemu, saya minta ketemu dengan pelaku. Saya ingin bertanya kenapa berbuat sadis seperti itu," kata DN.
Sejauh ini polisi telah memeriksa 17 orang saksi dalam kasus ini. Selain Polresta Banyuwangi, tim dari Polda Jatim juga turut dilibatkan.
"Tim gabungan masih bekerja di lapangan. Saat ini kami sudah memeriksa 17 saksi," ujar Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtama Putra, pada Senin, (18/11/2024).
Penggalian secara psikologis juga dilakukan kepada keluarga korban, karena diketahui bocah perempuan itu tinggal bersama dengan banyak anggota keluarga dalam satu rumah, di antaranya kakek, nenek, ibu, ayah, kakak dan pamannya.
Baca juga: Nini Carlina Comeback di Kampung Halaman, Rilis Lagu Religi “Siti Hajar” Penuh Haru
Editor : Achmad S
