Tim Dosen PCU Hidupkan Ekonomi Kreatif Dolly Lewat Canting Bahan Daur Ulang. (PCU for mili.id)
Surabaya - Tim dosen lintas program asal Petra Christian University (PCU) membuat teknologi tepat guna canting canting cap ramah lingkungan berbahan karton duplex bagi perajin batik di eks lokalisasi
Dolly, Kelurahan Putat Jaya, Surabaya.
Tim dosen yang terlibat memberikan pelatihan dalam program penguatan
Industri Rumah Tangga dan Usaha Mikro (IRT-UM) Batik Berbasis Kemitraan yang komprehensif itu diantaranya Dosen DKV, Dr. Aniendya Christianna; Dosen IBM, Adelina Proboyo; Dosen Finance and Investment, Mariana Ing Malelak dan Dosen Hotel Management Yohan Gunawan Henuk.
Ketua tim dosen PCU, Dr Aniendya Christianna, magatakan dala kegiatan
itu para warga dibuatkan inovasi Canting Cap Ramah Lingkungan berbahan Karton Duplex dengan motif khas Dolly juga dilatih untuk menggunakan aplikasi Pencatatan Keuangan Digital.
“Rangkaian kegiatannya ada banyak, mulai dari pendampingan, kemudian diakhiri dengan Pemasaran Kreatif (pameran, bazaar, dan fashion show) dari produk-produk hasil pendampingan selama bulan November-Desember 2024,” kata Dr. Aniendya Christianna, Selasa (19/11/2024).
Dia mangatakan biasanya, canting batik cap itu terbuat dari bahan tembaga, namun pembuatannya lama dan harganya pun mahal. Sehingga banyak motif kain batik dari pengrajin di eks lokalisasi Dolly ini jadi kurang up to date.
Sedangkan dalam menggaet konsumen, terutama anak muda, pengrajin harus
sering mengeluarkan motif terbaru yang kekinian.
“Dengan begitu, inovasi canting dari tim dosen PCU ini selain murah, cepat, dan mudah penggunaannya. Pelatihan cara membuat canting yang baru diadakan sekali dan ternyata mendapat respon yang sangat bagus dari para warga,” tambah Nindy, panggilan akrab ketua tim dosen ini.
Berbekal kreativitas dan kesabaran, para warga eks lokalisasi Dolly mampu menciptakan karya batik yang indah dan bermakna. Hal ini dibuktikan dengan antusiasme peserta yang tinggi dalam menciptakan motif unik.
“Dari pelatihan ini, mereka akhirnya juga berani mengeksplorasi kombinasi desain yang menggambarkan kehidupan sosial dan budaya khas Dolly, seperti batik gorengan, batik diesel (karena dulu Gang Dolly juga dikenal Gang Diesel untuk aliran listrik kampung), batik ramah anak, dan batik anggur (mulai dari stek batang sampai buahnya),” imbuh Nindy.
Sementara itu, Fitrah Lailatul Khoiriyah, salah satu peserta pelatihan dari UKM Kalsia menyambut positif tentang pelatihan yang diadakan oleh tim dosenn PCU ini.
Dia mengaku setelah sesi pelatihan pembuatan canting berbahan karton
duplex yang berbekal lem G, gunting, dan tang cucut, kemudian diaplikasikannya ke selembar kain putih untuk kemudian menjadikannya kain batik yang apik.
“Awalnya kaget mendengar canting berbahan karton duplex. Ternyata bisa
bikin canting dari bahan seperti itu yang harganya ekonomis. Saya baru
mengikuti pelatihan sekali selama kurang lebih 1 jam, dan sudah bisa. Awalnya kami membuat dalam ukuran kecil, yaitu 10 x 10 cm. Pelatihan ini seru, dan saya jadi bisa menemukan wadah pengembangan diri yang baru,” ujar Fitrah.
Upaya pelestarian warisan budaya Indonesia dan kembangkan potensi
ekonomi kreatif di daerah yang dilakukan tim dosen PCU ini didanai penuh oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Ditjen Dikti) untuk mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat.
Baca juga: Dukung Mobilitas Mahasiswa, SPS Corporate Sumbang Bus ke PCU Surabaya
Editor : Achmad S
