PSI Kutuk Aksi Kekerasan Terhadap Siswa SMA Gloria 2 Surabaya

PSI Kutuk Aksi Kekerasan Terhadap Siswa SMA Gloria 2 Surabaya © mili.id

Plt Ketua PSI Surabaya, Shobikin (Foto: Ist)

Surabaya - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengutuk aksi kekerasan atau premanisme terhadap siswa SMA Kristen Gloria 2 Surabaya.

Plt Ketua PSI Surabaya, Shobikin menegaskan bahwa kekerasan dalam bentuk apa pun di lingkungan pendidikan, tidak dapat dibenarkan.

Baca juga: Rayakan 10 Tahun Perjalanan, Four Points by Sheraton Surabaya Hadirkan #FYP Moments

"Bagi kami, tindak kekerasan, bullying dan premanisme di lingkungan pendidikan sangat menghambat tumbuh kembang, proses pembelajaran peserta didik dan merusak iklim sekolah yang aman dan nyaman," ujar Shobikin, Rabu (13/11/2024).

Menurutnya, aksi kekerasan di lingkungan pendidikan ini tidak bisa dianggap kejadian biasa. Sehingga harus mendapatkan perhatian khusus dari berbagai pihak.

Baca juga: Anas Karno: Akurasi Sensus Ekonomi 2026 Jadi Kunci Kebijakan Pembangunan Surabaya

"Tindak kekerasan di lingkungan sekolah juga dapat merusak mental, prestasi dan kehidupan siswa. Ketika praktik premanisme, perundungan dan tindak kekerasan lainnya dibiarkan, akan dapat merusak nilai luhur demokrasi dan kewarganegaraan," papar dia.

Menurut Shobikin, PSI Surabaya mendesak aparat penegak hukum dan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk menindak tegas para pelaku, sesuai aturan hukum yang berlaku.

Baca juga: Syaifuddin Zuhri Ingatkan Dampak Krisis Kepercayaan terhadap DPRD

Dia juga mengimbau pihak sekolah sebagai penyelenggara pendidikan untuk lebih proaktif dengan melakukan aksi kongkrit sebagai upaya pencegahan.

"Kami mengajak semua komponen masyarakat Surabaya untuk berkolaborasi bersama dalam melawan tindak kekerasaran, termasuk perundungan dan premanisme di lingkungan pendidikan di Kota Surabaya," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait