Ira Maria, ibu dari siswa SMA Kristen Gloria 2 Surabaya (Foto: Zain Ahmad/mili.id)
Surabaya - Orangtua siswa SMA Kristen Gloria 2 Surabaya yang diduga menjadi korban keributan di depan sekilah itu, akhirnya buka suara.
Siswa SMA Kristen Gloria 2 Surabaya yang disuruh bersujud dan menggonggong oleh Ivan Sugianto tersebut, berinisial EV (15). Sedangkan orangtuanya bernama Wandharto dan Ira Maria.
Baca juga: Rayakan 10 Tahun Perjalanan, Four Points by Sheraton Surabaya Hadirkan #FYP Moments
Ivan Sugianto sendiri merupakan orangtua dari Ex, salah satu siswa SMA Cita Hati Surabaya yang meluruk EV di SMA Kristen Gloria 2 Surabaya beberapa waktu lalu.
Meski kasus itu sudah diadukan ke polisi, tapi video berisi aksi Ivan di SMA Kristen Gloria 2 Surabaya baru viral di media sosial (medsos) dalam dua hari terakhir.
Dalam video viral berdurasi 1 menit 4 detik itu tampak Ivan mengintimidasi EV.
Pelaku Ivan tanpa penjelasan datang bersama beberapa orang. Dia lalu memarahi EV, hingga memaksa korban untuk sujud dan menggonggong sembari meminta maaf.
Orangtua siswa SMA Kristen Gloria 2 Surabaya
Melihat itu, Wandharto, ayah EV mencoba menghalangi anaknya bersujud. Namun dia dihalangi, dan bahkan mendapat intimidasi dari pria berkaus merah.
Ira Maria, ibu EV mengaku bahwa anaknya mendapat perlakukan hina, karena dituding telah mengolok-olok Ex, anak dari Ivan.
Menurut Ira, tuduha itu tidak dilandasi bukti apapun. Bahkan sebelumnya intimadasi terjadi, EV telah meminta maaf secara pribadi kepada Ex.
"Tidak ada ungkapan penyebutan nama pudel (poodle). Bahkan anak saya tidak pernah menyebut nama anjing," jelas Ira di rumahnya, Selasa (12/11/2024).
Ira membeberkan, sebelum kejadian 21 Oktober 2024, EV mendapat pesan dari Ex. Mendapat laporan itu, Ira meminta anaknya agar tidak merespons.
Baca juga: Anas Karno: Akurasi Sensus Ekonomi 2026 Jadi Kunci Kebijakan Pembangunan Surabaya
"Dua hari sebelum terjadi peristiwa itu, anak saya mendapat pesan dari Ex yang isinya ancaman dan menuntut permintaan maaf secara tertulis di atas materai dan di video. Anak saya meminta pendapat kepada saya. Dan saya melarang untuk merespon apalagi keduanya masih di bawah umur," papar Ira.
Karena tidak mendapat respon tersebut, Senin, 21 November 2024, Ira yang bermaksud menjemput anaknya di sekolah, melihat Ex bersama beberapa orang, dan berkomunikasi secara baik baik.
"Saat saya menanyakan, dia bilang kalau Ex yang diakui sebagai adiknya mendapat bully-an dari anak saya. Kemudian saya jelaskan secara baik-baik. Kemudian dia menghubungi Ivan. Saat tiba di sekolahan, Ivan langsung marah-marah. Kami berusaha berbicara secara baik-baik," papar dia.
Menurut Ira, Ivan marah dan meminta anaknya meminta maaf sembari bersujud dan menggonggong.
Dan agar permasalahan cepat selesai, Ira membiarkan anaknya meminta maaf seperti yang dituntut Ivan.
"Saya membiarkan anak saya meminta maaf sambil bersujud dan juga menggonggong seperti itu, karena ingin permasalahan itu cepat selesai," tambahnya.
Baca juga: Syaifuddin Zuhri Ingatkan Dampak Krisis Kepercayaan terhadap DPRD
Orangtua siswa SMA Kristen Gloria 2 Surabaya
Saat di ruang mediasi bersama pihak sekolah, lanjut Ira, Ivan kembali meminta EV meminta maaf sambil bersujud juga menggonggong.
"Di sini saya merasa gagal sebagai orangtua, membiarkan anak saya harus melakukan itu," jelas Ira.
Sementara Wandharto, ayah EV hanya sedikit bercerita.
"Sebenarnya kami tidak ingin menanggapi ini semua, karena kami ingin menenangkan diri. Namun belakangan ini ada pihak yang mencoba memutar-balikkan fakta. Dan di sini saya harus bicara sesuai fakta dan bukti yang ada," tandas Wandharto.
Editor : Narendra Bakrie
