Alumnus ITS Desain Kereta Bandara Bentuk Capung untuk Ibu Kota Nusantara

Alumnus ITS Desain Kereta Bandara Bentuk Capung untuk Ibu Kota Nusantara © mili.id

I Putu Dewangga Mahesa menunjukkan inovasi desain kereta karyanya pada Pameran Tugas Akhir di Departemen Desain Produk Industri ITS. (ITS for mili.id)

Surabaya - Alumnus Departemen Desain Produk Industri (Despro) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menginovasikan desain kereta bandara yang menghubungkan Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan kota yang ada di sekitarnya.

Inovasi yang digagas oleh I Putu Dewangga Mahesa itu berfokus pada desain eksterior dan interior kereta listrik yang menyesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan IKN.

Baca juga: Diduga Abaikan Standar Keselamatan, Proyek Gorong-Gorong Margorejo Indah Telan Korban Jiwa

Kereta yang diberi nama Batara (Balikpapan - Nusantara) Airport Express ini melayani rute kereta dari IKN hingga Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan.

Prototipe Batara Airport Express karya alumnus ITS yang berhasil meraih penghargaan terbaik kategori Service Oriented Design Solution di IIDSA 2024.Prototipe Batara Airport Express karya alumnus ITS yang berhasil meraih penghargaan terbaik kategori Service Oriented Design Solution di IIDSA 2024.

Pemuda yang akrab disapa Angga itu memaparkan bahwa terdapat perbedaan spesifikasi antara jalur kereta yang telah direncanakan oleh pemerintah IKN dengan jalur yang selama ini ada di Indonesia.

Sehingga, desain yang ada harus menyesuaikan dengan rencana rute dan spesifikasi optimal kereta.

“Letak bandara yang strategis dapat membuat kereta ini menjadi salah satu ikon transportasi di IKN. Sekarang kita menyesuaikan dengan standar internasional perkeretaapian, contohnya pada lebar rel dan
dimensi kereta,” jelas Angga Selasa (5/11/2024).

Dalam perancangannya, kereta ini mengunggulkan desain kepala kereta yang berbentuk streamline sehingga menunjukkan kesan modern dan futuristik.

"Model kepala kereta ini belum digunakan di Indonesia. Selain itu juga dapat meminimalkan hambatan udara sehingga kereta mampu mencapai kecepatan maksimum 160 kilometer per jam," ujar Angga.

Baca juga: Surabaya Fashion Festival 2026 Siap Semarakkan HJKS ke-733

Kemudian, pada bagian depan dari kepala kereta juga dilengkapi dengan dua buah pintu yang mengintegrasikan sistem sambungan antar-rangkaian kereta.

"Sehingga inovasi ini menambah kapasitas secara efektif saat dua rangkaian kereta digabungkan. Selain itu, pintu ini juga dapat dijadikan sebagai tempat evakuasi jika terjadi keadaan darurat,” beber
Angga.

Dia memadukan warna biru dan hijau sebagai representasi keindahan alam Indonesia yang juga sejalan dengan tujuan IKN sebagai forest city.

"Kereta ini juga menghadirkan konsep natural yang memadukan elemen alam pada desain kereta. Bentuk kereta terinspirasi morfologi tubuh capung dilambangkan sebagai hewan yang hidup di lingkungan sehat,
sebagaimana harapan kita terhadap IKN,” tutur Angga.

Dari sisi kenyamanan, kereta cepat ini juga menyediakan fitur yang dapat memudahkan aktivitas penumpang di dalam kereta berupa fitur pintu otomatis, area untuk pengguna kursi roda, serta rak untuk
menyimpan barang bawaan.

Baca juga: Ungkap Warga: Minimnya Pengawasan Proyek Drainase, Tewaskan Pengendara Motor

"Interior kereta didesain sesuai dengan antropometri atau dimensi fisik manusia sehingga dapat mengoptimalkan kenyamanan penumpang," kata Angga.

Dibimbing Dr Agus Windharto DEA Inovasi hasil Tugas Akhir (TA) kulihanya. Angga berhasil meraih penghargaan kategori Service Oriented Design Solution pada Indonesia Industrial Design Student Award (IIDSA) ke-5.

Angga berharap agar industri manufaktur Indonesia dapat berkembang lebih baik lagi, sehingga produksi kereta dapat dilakukan di dalam negeri serta dapat menarik masyarakat beralih pada moda transportasi
umum.

“Masyarakat bisa lebih sadar jika naik kereta akan lebih nyaman dan mudah daripada mobil,” tandas Angga.

Editor : Aris S



Berita Terkait