Ilustrasi (Image by Freepik)
mili.id - Panas dingin bisa menyerang siapa saya, terutama pada anak-anak.
Menurut halodoc, panas dingin bisa membaik dengan sendirinya dalam beberapa hari.
Baca juga: Polresta Malang Kota Memupuk Sinergitas dan Berikan Layanan Kesehatan Gratis ke Supeltas Binaan
Masalah ini dapat terjadi karena banyak penyebab.
Penyebab Panas Dingin:
1. Infeksi
Panas dingin disertai nyeri dan menggigil menjadi pertanda bahwa tubuh sedang melawan infeksi.
Penyakit ini biasanya terjadi akibat paparan virus atau bakteri, seperti pilek, flu, atau infeksi saluran kemih.
2. Gula Darah Rendah
Panas dingin juga bisa menjadi gejala gula darah rendah yang berpotensi membahayakan bagi pengidap diabetes.
Menurut American Diabetes Association (ADA), gula darah rendah dapat menyebabkan menggigil dan gemetar, bahkan gangguan penglihatan dan kejang.
3. Reaksi Emosional
Reaksi emosional bisa menjadi penyebab munculnya sensasi panas dingin pada tubuh. Hal ini terjadi karena timbulnya emosi yang kuat, seperti perasaan berduka, cemas, atau takut.
Ketegangan emosional memicu respons sistem saraf otonom untuk melepaskan hormon stres seperti kortisol.
Respons tubuh terhadap hormon ini dapat berupa panas dingin, peningkatan denyut jantung, atau pernapasan yang lebih cepat.
Baca juga: Polres Situbondo Gelar Donor Darah dan Hapus Tato Gratis, Disambut Antusias Masyarakat
4. Malaria
Malaria dapat menyebabkan sensasi panas dingin pada tubuh karena infeksi parasit yang disebabkan oleh genus plasmodium, terutama plasmodium falciparum.
Siklus hidup parasit ini melibatkan perpindahan antara manusia dan nyamuk Anopheles.
Ketika nyamuk menggigit manusia, ia menyuntikkan parasit ke dalam aliran darah, yang kemudian bermigrasi ke organ hati dan berkembang biak.
Panas dingin yang muncul ini berkaitan dengan siklus replikasi parasit dalam sel darah merah.
Pada saat tertentu, parasit melepaskan zat kimia yang disebut merozoit ke dalam aliran darah.
Baca juga: Isi Piring Anak Menentukan Masa Depan Bangsa: Tantangan Gizi di Era Modern
Proses pelepasan merozoit ini memicu respons sistem kekebalan tubuh dan menyebabkan panas dingin.
5. Reaksi Pengobatan
Sensasi panas dan dingin pada tubuh juga bisa terjadi sebagai reaksi terhadap pengobatan. Hal ini dapat disebabkan berbagai faktor tergantung pada jenis pengobatan yang digunakan.
Reaksi panas dingin ini mungkin terjadi akibat interaksi antara obat dan sistem tubuh, serta respons tubuh terhadap perubahan yang diinduksi oleh obat.
Cara Mengatasi Panas Dingin
Mengatasi dengan melakukan perawatan mandiri di rumah:
1. Minum banyak cairan agar tubuh tetap terhidrasi.
2. Mengonsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas untuk mengurangi ketidaknyamanan.
3. Banyak beristirahat.
4. Mengonsumsi asetaminofen untuk menghilangkan rasa sakit.
5. Kompres kain dengan suhu suam-suam kuku ke dahi.
6. Mengenakan pakaian dari bahan yang nyaman.
Periksakan diri ke dokter jika:
1. Suhu tubuh di atas 40 derajat Celsius atau di bawah 35 derajat Celsius pada orang dewasa atau anak berusia lebih dari tiga tahun.
2. Suhu di atas 39 derajat Celsius pada anak usia tiga bulan hingga tiga tahun.
3. Suhu di atas 38 derajat Celsius pada bayi kurang dari tiga bulan.
4. Nyeri dada atau nyeri yang tidak dapat dijelaskan.
5. Kelelahan yang ekstrim.
6. Sakit perut parah.
7. Kesulitan bernapas.
Editor : Narendra Bakrie
