Showcase Inkubasi 5 Subsektor Dorong Produk Kota Mojokerto ke Panggung Nasional

Showcase Inkubasi 5 Subsektor Dorong Produk Kota Mojokerto ke Panggung Nasional © mili.id

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno bersama Pj Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono, serta Pj Wali Kota Mojokerto Moh Ali Kuncoro (Foto: Dok. Diskominfo Kota Mojokerto)

Mojokerto - Kota Mojokerto lagi-lagi menjadi pusat perhatian nasional dengan penyelenggaraan Showcase Hasil Inkubasi 5 Subsektor Ekonomi Kreatif.

Berbagai karya unggulan dari subsektor desain arsitektur dan interior, desain komunikasi visual, fesyen, kriya, hingga desain produk ditampilkan.

Baca juga: Idul Adha Dan Waisak, Tempat Hiburan Sampai Panti Pijat Dilarang Buka di Kota Mojokerto 

Event ini diselenggarakan di Halaman Pendopo Sabha Kridatama, Rumah Rakyat Kota Mojokerto, sebagai hasil kolaborasi antara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dengan Pemkot Mojokerto serta Provinsi Jawa Timur.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno hadir secara langsung bersama Pj Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono, serta Pj Wali Kota Mojokerto Moh Ali Kuncoro.

Mereka kompak menegaskan pentingnya program inkubasi ini dalam mendukung perkembangan pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) lokal.

Tujuannya adalah untuk membantu pelaku kreatif Mojokerto agar dapat bersaing tidak hanya di pasar lokal tetapi juga di panggung nasional dan internasional.

Sandiaga Uno menyampaikan antusiasmenya terhadap potensi kreatif dari Kota Mojokerto. Menurutnya, produk-produk yang dipamerkan menunjukkan bahwa Mojokerto memiliki peluang besar untuk bersaing di pasar global.

"Kami melihat potensi besar di Mojokerto, dan showcase ini adalah bukti nyata bahwa sinergi antara pemerintah, pelaku kreatif, dan masyarakat dapat membawa produk lokal ke panggung nasional," ujar Sandiaga Uno, Rabu (16/10/2024).

Lebih dari sekadar hasil karya, produk-produk kreatif yang ditampilkan juga mengandung elemen warisan budaya Mojokerto, seperti motif batik khas daerah, kriya berbasis budaya Majapahit, hingga desain modern yang terinspirasi dari flora dan fauna lokal.

Hal ini menunjukkan kemampuan masyarakat Mojokerto untuk tetap memelihara akar budaya mereka sambil berinovasi.

Sandiaga Uno yang mengaku sering berkunjung ke Jawa Timur, lebih dari 50 kali selama menjabat, juga memberikan apresiasi pada perkembangan Kota Mojokerto sebagai pusat ekonomi kreatif.

"Habis makan soto minum es, eh Kota Mojokerto semakin sukses!" ucap Sandiaga memberi pantun, disambut riuh insan kreatif yang hadir.

Baca juga: Ular Besar Masuk Rumah Warga Magersari, Petugas BPBD Kota Mojokerto Evakuasi dari Bawah Lemari

"Desain arsitektur untuk PGS yang dipamerkan hari ini memiliki kualitas internasional. Di aspek yang lain, bahkan sepatu merek Giardo dari Mojokerto, yang saya pakai hari ini, sangat nyaman dan sudah dikenal luas," tambah dia, sembari memamerkan alas kakinya.

Sandiaga juga menegaskan bahwa Jawa Timur kini menjadi top of mind di beberapa negara, menggeser Bali sebagai tujuan utama untuk pariwisata dan ekonomi kreatif, berkat daya tarik baru seperti Bromo dan Ijen. Maka dari itu, Kota Mojokerto memiliki potensi besar untuk terus maju.

"Program inkubasi kreatif harus dilanjutkan. Inovasi, SDM, akses pasar, dan promosi harus terus ditingkatkan agar Kota Mojokerto semakin dikenal sebagai pusat kreativitas yang dapat bersaing di tingkat nasional maupun internasional," tegas pria berusia 55 tahun ini.

Sementara Pj Wali Kota Mojokerto, Moh Ali Kuncoro menekankan bahwa acara ini merupakan langkah strategis untuk menjadikan Mojokerto sebagai kota kreatif yang menggabungkan tradisi dan inovasi.

"Produk-produk ini tidak hanya membawa identitas Mojokerto, tetapi juga menggabungkan inovasi modern yang membuatnya relevan dengan pasar nasional," ucap Ali Kuncoro dalam sambutannya.

Showcase ini menampilkan karya dari 5 subsektor kreatif, masing-masing dengan potensi besar untuk menembus pasar yang lebih luas.

Dari subsektor desain arsitektur dan interior, peserta menampilkan inovasi desain yang memadukan unsur arsitektur tradisional Mojokerto dengan elemen modern untuk Pusat Grosir Sepatu (PGS) Kota Mojokerto.

Baca juga: Harga Turun, Sapera Justru Jadi Primadona! Kisah Polisi di Mojokerto yang Sukses Bangun 5 Kandang

Sementara di bidang desain komunikasi visual, ditampilkan karya grafis yang bisa digunakan dalam promosi dan pemasaran.

Bidang fesyen juga menjadi sorotan dengan koleksi yang mengangkat motif batik khas Mojokerto, dikombinasikan dengan tren fesyen modern dan ramah lingkungan.

Disubsektor kriya, produk kerajinan tangan terinspirasi dari sejarah Majapahit dan kearifan lokal Mojokerto dipamerkan, sementara bidang desain produk menampilkan inovasi yang memadukan fungsi dan estetika.

Terpsiah, Kepala Diskopukmperindag Kota Mojokerto, Ani Wijaya mengatakan, bahwa acara ini merupakan langkah penting untuk memperkenalkan produk UMKM Mojokerto ke pasar yang lebih luas.

"Showcase ini adalah bukti kolaborasi antara Kemenparekraf dan Pemkot Mojokerto dalam memoles UMKM dan IKM, agar lebih dikenal dan disukai oleh masyarakat luas. Kami fokus pada branding produk agar lebih komersial dan sesuai tren pasar. Desain produk alas kaki telah di-upgrade agar lebih relevan dengan kebutuhan konsumen saat ini. Begitu pula dengan fesyen yang mengedepankan konsep ramah lingkungan dengan menggunakan bahan alami dan warna yang ramah lingkungan," tandas Ani Wijaya.

 

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait